Alasan Orangtua Sulit Stop Memberikan SKM, Salah Satunya Anak Terlanjur Doyan!

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 05:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 11 298 1921092 alasan-orangtua-sulit-stop-memberikan-skm-salah-satunya-anak-terlanjur-doyan-Ouk6TP8wrw.jpg Susu Kental Manis (Stayhomemum)

HAMPIR semua anak-anak doyan minum susu kental manis karena rasanya nagih. Hal inilah jadi salah satu alasan yang membuat orangtua sulit setop memberikan produk kalengan tersebut setiap harinya.

Mungkin Anda salah satu dari orang yang mengalami hal ini demi menyenangkan si buah hati. Setiap hari Anda memberikan susu kental manis kepada si kecil, padahal nutrisinya minim sekali.

Banyak ahli gizi mengklaim bahwa susu kental manis kalengan mengandung lebih dari 50% gula, protein sekira 7%, sekaligus tinggi lemak jenuh. Ini tentu jauh dari jumlah nutrisi sehat yang selama ini tidak banyak diketahui masyarakat.

 Baca juga: Waspada Moms, Anak Keseringan Diberi SKM Picu Gizi Buruk

Susu Kental Manis

Sejak lama, susu kental manis jadi andalan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Banyak orang tidak tahu bahwa produk ini lebih identik mengandung tinggi gula yang memicu bahaya buruk.

Di sisi lain, harga jual dari sekaleng susu kental manis ini sangat terjangkau. Semua kalangan bisa membeli dan produk ini mudah didapatkan.

Ketua Yayasan Abipraya Insan Cendekia Indonesia Arif Hidayat menyebutkan, berdasarkan studinya ada orangtua yang memberikan susu kental manis kepada buah hatinya hingga 10 gelas sehari. Ini tentunya dalam batas wajar karena bisa memicu bahaya buruk dalam jangka lama.

 Baca juga: Membuat Kentang Goreng Rumahan Serenyah di Restoran

"Sebagai kajian pernyataan BPOM, susu kental manis adalah larutan gula yang beraroma susu. Konteksnya bisa juga disebut sirup," ujar Arif saat ditemui di Kantor KPAI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Dia menambahkan, selama melakukan penelitian di Kendari dan Batam sekira bulan Maret 2018, banyak ibu yang menggunakan produk skm sebagai minuman layaknya susu pertumbuhan. Pemberiannya bahkan dimulai dari anak usia 0-60 bulan.

 Susu Kental Manis

Penelitian itu menilai tentang persepsi orangtua terhadap produk susu kental manis. Responden terdiri dari 400 orang di Kendari dan 300 orang di Batam.

 Baca juga: Gara-Gara Hal Ini, Pangeran Charles Dibully Netizen

Hasilnya mengejutkan, sekira 97% responden memiliki persepsi bahwa susu kental manis itu dianggap sebagai minuman susu. Ini didapatkan dari iklan televisi yang ditayangkan setiap hari.

Lebih fatalnya lagi, di Kendari sebanyak 1 dari 3 ibu memberikan susu kental manis kepada anaknya. Sementara di Batam 1 dari 4 ibu memberikan produk tersebut sebagai minuman yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Dari 130 ibu di Kendari 56% dari mereka memberikan anaknya 1 gelas susu kental manis sehari. Sisanya 44% responden memberikan anak 2 gelas produk ini dalam sehari.

Demikian juga di Batam, dari 75 ibu sekira 53% memberikan anaknya satu gelas. Sebanyak 37% dari mereka memberikan 2 gelas sehari, 3% memberikan 5 gelas, serta 1% anak bisa minum sampai 10 gelas. Duh gawat!

Baca juga:  Mamma Beer, Minuman Khusus untuk Penderita Kanker Payudara

Akibatnya, tegas Arif, studi tersebut didasari atas jatuhnya korban meninggal dunia karena diduga kecanduan konsumsi susu kental manis. Anak-anak yang tinggal di Kendari maupun Batam tersebut mengalami gizi buruk hingga dilaporkan meninggal dunia.

"Untuk penelitian ini kami tidak meneliti berapa korban, juga tidak mengatakan langsung bahwa anak yang meninggal dunia itu akibat dari kecanduan susun kental manis. Yang jelas anak-anak tidak dapat asupan gizi cukup, sehingga tunbuh kembangnya tidak normal," tegas Arif.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini