Meski Cepat, Pengobatan Kanker Payudara Trastuzumab Subkutan Tak Disarankan Pakai Sendiri di Rumah!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 11 481 1920921 meski-cepat-pengobatan-kanker-payudara-trastuzumab-subkutan-tak-disarankan-pakai-sendiri-di-rumah-NrAbhOc8aj.jpg Ilustrasi (Foto: Deutsche)

PENGOBATAN untuk pasien kanker payudara terus berkembang. Fakta terbaru menjelaskan bahwa pengobatan dengan trastuzumab subkutan cukup efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan menurunkan risiko kekambuhan penderita kanker payudara HER2-Positif.

Obat ini juga dipercaya mampu memperbaiki kualitas dan memperpanjang angka harapan hidup pasien kanker payudara stadium lanjut.

Beberapa referensi menjelaskan bahwa obat ini dianggap lebih baik dibandingkan dengan pengobatan intravena yang sekarang ini banyak dilakukan pasien kanker payudara. Ini terbukti dari waktu penatalaksanaan trastuzumab subkutan lebih singkat yaitu sekitar 5 menit, sedangkan intravena standar membutuhkan waktu 30 sampai 90 menit.

Sedikit informasi, cara kerja dari trastuzumab ini ialah mengaktivasi sistem kekebalan tubuh, menghentikan sinyal dari HER2, dan menghancurkan sel-sel tumor. Obat ini juga menunjukan efikasi yang baik dalam pengobatan kanker payudara HER2-positif baik pada stadium awal maupun stadium lanjut.

injeksi kanker

Bahkan, Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi Medik Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, menjelaskan bahwa pasien kanker payudara HER2-positif stadium dini sangat direkomendasikan untuk menambahkan tata laksana ini dipengobatan penyakitnya.

"Meskipun Kemenkes menyarankan penggunaan trastuzumab subkutan ini di tahap stadium lanjut, menurut saya akan sangat lebih berdampak baik jika obat ini sudah dipakai pasien pada stadium dini supaya harapan hidupnya semakin tinggi," papar dr. Nugroho saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

Dari banyaknya manfaat dan keistimewaan trastuzumab subkutan ini, pasien juga mesti waspada pada dua hal berikut ini. Ditegaskan Dr Nugroho, hal pertama yang mesti diperhatikan adalah obat ini punya efek samping pada jantung pasien. Tapi jangan khawatir, efek tersebut tidak permanen dan sangat subjektif.

"Efek samping pada jantung itu akan sangat terlihat pada pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi juga. Jadi, terjadi double efek samping di sana," ungkapnya. Ya, pengobatan dengan trastuzumab subkutan ini adalah pelengkap dari pengobatan kemoterapi yang dijalani pasien kanker payudara HER2-positif.

Kemudian, Dr. Nugroho menegaskan juga bahwa meskipun waktu tata laksana sangat singkat, yaitu sekitar 3 sampai 5 menit, pasien dilarang melakukan tindakan penyuntikan sendiri di rumah. Hal ini berkaitan dengan adanya risiko jantung dan juga jika dilakukan sendiri, dikhawatirkan muncul masalah yang tidak diketahui dokter.

"Harus diketahui bahwa setelah tata laksana trastuzumab subkutan ini dilakukan, biasanya perawat akan mengevaluasi dan mengecek kembali bagaimana reaksi tubuh setelah menjalani pengobatan," tambah dr. Nugroho.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini