nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengobatan Baru Kanker Payudara untuk Stadium Dini, Ini Caranya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 11 481 1920961 pengobatan-baru-kanker-payudara-untuk-stadium-dini-ini-caranya-wcVQTPjZQJ.jpg Kanker Payudara (Shetepeopletv)

PENDERITA kanker payudara di Indonesia cukup tinggi. Jika melihat data yang dimiliki Rumah Sakit Kanker Dharmais saja, jumlah penderita kanker payudara mencapai 42 persen dari total pasien setiap harinya sekitar 1.000 pasien.

Fakta ini tentu menjadi warning bagi banyak perempuan, tak terkecuali pria yang berisiko terserang kanker payudara meski angkanya masih sangat kecil. Kewaspadaan ini bisa dengan mengecek payudara sendiri atau juga bisa dengan pemeriksaan medis di rumah sakit.

 Baca juga: Jus Nanas, Rahasia Aroma Miss V Kim Kardashian Tetap Harum

Kemudian, untuk para penderita, upaya meminimalisir kekambuhan atau juga meringankan penyakit harus diprioritaskan. Khususnya bagi mereka yang masih dalam kategori stadium awal yang sangat mungkin sembuh total.

 Kanker payudara

Bicara mengenai kanker payudara, Anda mesti tahu bahwa kanker ini memiliki banyak jenis. Salah satu yang paling banyak dialami perempuan Indonesia adalah Kanker Payudara HER2-Positif. Kanker jenis ini dianggap paling ekspresif dan sangat mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Makanya, pasien dengan masalah ini sangat butuh penanganan ekstra. Termasuk pengobatan yang dipilih.

 Baca juga: 5 Pasukan Timnas Prancis yang Merupakan Seorang Muslim

Jika bicara mengenai pengobatan, para penderita Kanker Payudara HER2-Positif biasanya menjalani pengobatan kemoterapi. Beberapa dari pasien juga menjalani pengobatan tambahan yang dimaksudkan untuk memaksimalkan kemoterapi yang dijalani.

Tata laksana pengobatan itu salah satunya adalah dengan menjalani pengobatan trastuzumab subkutan. Obat ini berbeda dengan pengobatan intravena yang biasanya dilakukan para penderita kanker payudara. "Tata laksana pengobatan ini dilakukan di lemak atau di bawah kulit pasien, sedangkan pengobatan intravena di vena tubuh. Hal ini berkaitan dengan efektivitas obat dan tentunya minim risiko lanjutan," terang Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi Medik Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

Kanker Payudara

 Baca juga: Intip Gaya Manja Pemilik Kedai Bakmi Janda Jamilla Juminten, Siap-Siap Didoooor!

Dr. Nugroho menuturkan, metode pemberian trastuzumab subkutan ini merupakan inovasi teknologi medis yang baik untuk para penderita pasien kanker payudara HER2-Positif stadium dini. Sebab, obat ini dipercaya dapat menekan ekspresi sel kanker HER2-Positif yang sangat aktif dan dengan keunggulan itu, tentunya pasien bisa mendapatkan kesembuhan yang lebih cepat.

Perlu Anda ketahui, pengobatan trastuzumab subkutan diberikan melalui injeksi di paga bagian atas selama 2 sampai 5 menit. Berbanding jauh dalam durasi pengobatan infus intravena yang memerlukan waktu tata laksana selama 30 sampai 90 menit. Dengan fakta ini, tentunya waktu harapan hidup pasien bisa lebih banyak dan efektivitas semakin tinggi karena disuntikan langsung ke bawah kulit.

Bahkan, menurut Perawat RS Dr. Soetomo Surabaya Zr. Musrini, S.ST., dengan pengobatan ini, pasien kanker payudara tidak akan mengalami masalah ekstravasasi atau munculnya luka di area lokal penyuntikan pengobatan. "Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pasien kanker payudara HER2-Positif dengan penambahan pengobatan trastuzumab subkutan ini tidak meninggalkan luka atau tidak terjadi ekstravasasi di kulit paha pasien," papar Musrini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini