KPAI Ungkap 4 Fakta Mengejutkan Polemik Susu Kental Manis di Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 16:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 481 1921000 kpai-ungkap-4-fakta-mengejutkan-polemik-susu-kental-manis-di-indonesia-9JQc6gH3Vc.jpg Susu kental manis (Foto: Frenchomix)

SUSU kental manis disebut bukan sebagai bahan pangan kaya gizi. Sebab, salah satu produk kalengan tersebut diklaim mengandung tinggi gula yang merugikan kesehatan, khususnya bagi anak-anak.

Namun sejak lama orangtua umumnya salah persepsi dalam menggunakan susu kental manis. Produk tersebut sejak lama diandalkan sebagai minuman susu yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Di samping itu, banyak hal lain yang membuat susu kental manis tersebut harus dibatasi konsumsinya. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawati menyebutkan empat faktanya lebih lanjut. Berikut ulasannya yang dirangkum Okezone, Rabu (11/7/2018).

1. Susu kental manis tidak boleh diberikan kepada bayi hingga balita berusia 60 bulan

Dalam label kemasan susu kental manis tertulis bahwa produk ini bisa dikonsumsi sebagai susu kaya nutrisi. Padahal rasa manis dalam produk tersebut bikin anak jadi ketagihan. Siti menyebutkan, produk susu kalengan ini tidak boleh diberikan kepada bayi usia 0-60 bulan. Akibatnya, anak mudah mengalami gangguan pola makan karena sering konsumsi produk tersebut, bisa lebih dari segelas sehari.

2. Iklan promosi susu kental manis dianggap berlebihan

Selama ini banyak orang salah menganggap bahwa produk ini tergolong minuman jenis susu yang menyehatkan. Padahal tidak, susu kental manis mengandung lebih dari 50% gula, sementara kandungan proteinnya minim yakni sekira 7%. Sayangnya, iklan dari produk tersebut yang dibayangkan lewat televisi dianggap hiperbola. Seharusnya, dalam kemasan tidak boleh ditulis dengan bahasa asing, ada tambahan gambar larangan jelas untuk anak-anak, hingga wajib menggunakan bahasa lugas dan eksplisit, supaya banyak orang tidak merasa kebingungan.

"Saya khawatir karena selama ini tidak ada komplain atau apapun itu jadi sebuah pembiaran. Kami apresiasi kepada beberapa LSM, berusaha mengedukasi masyarakat agar tidak lagi konsumsi susu kental manis sebagai minuman bernutrisi yang bisa mendukung tumbuh kembang anak," terang Siti saat ditemui di Kantor KPAI, Jakarta.

Susu Kental Manis

3. Susu kental manis boleh dikonsumsi jadi pelengkap makanan atau minuman

Mulai sekarang, ubah kebiasaan Anda untuk tidak lagi minum susu kental manis setiap hari. Terpenting, jangan seduh susu kental manis dalam segelas air hangat, lalu langsung diminum. Hal ini orang selalu menganggap bahwa itu bagian dari kebiasaan sehat yakni mengonsumsi susu.

"Susu kental manis boleh digunakan sebagai topping makanan dan dijual, tapi jangan dimanfaatkan sebagai susu. Ini secara keras kami melarang. Kalau untuk penambah makanan ya silakan saja," imbuh Siti.

4. Anak sering konsumsi susu kental manis picu jumlah stunting tinggi

Adanya polemik susu kental manis jadi salah satu faktor yang membuat KPAI harus mengawasi masalah stunting di Indonesia. Angkanya kian lama meningkat, sehingga harus diberantas akar penyebabnya. Selama ini banyak anak-anak di Indonesia mengalami gizi buruk karena kurang asupan makanan bernutrisi. Padahal dalam masa golden period anak mulai 0-60 bulan, anak harus mendapat asupan bernutrisi, termasuk susu pertumbuhan atau ASI eksklusif, bukannya diberikan minuman susu kental manis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini