SKM Masih Dianggap Sebagai Susu, Ada Anak Sehari Minum 10 Gelas

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 18:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 481 1921057 skm-masih-dianggap-sebagai-susu-ada-anak-sehari-minum-10-gelas-m7KOEIGyWh.jpg

SURVEI yang dilakukan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) di Batam dan Kendari menunjukkan sebagian besar masyarakat menganggap produk susu kental manis (SKM) sebagai susu yang bisa dijadikan sebagai asupan nutrisi anak.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta, Rabu, mengungkapkan 78 persen dan 97 persen masyarakat di Batam dan Kendari mempersepsikan SKM adalah susu.

Dari survei tersebut juga menunjukkan 97 persen masyarakat di Kendari mendapatkan informasi bahwa produk SKM merupakan susu dari iklan di televisi. Sementara 47 persen masyarakat Batam mendapat informasi SKM adalah susu dari iklan televisi.

Survei tersebut juga mengungkapkan 55 persen dari 130 ibu di Kendari memberikan SKM setiap hari kepada anaknya. Sementara di Batam 35 persen dari 75 ibu memberikan SKM setiap hari untuk asupan anak.

Peneliti YAICI Siti Zalifah Agustina bahkan menemukan di Batam ada anak yang mengonsumsi SKM hingga 10 gelas dalam sehari dan hanya mau minum SKM. "Di Kendari kami juga menemukan ada anak gizi buruk yang meninggal karena tidak pernah diberikan ASI sejak lahir dan hanya diberikan SKM," kata Agustina.

Ia menjelaskan persepsi masyarakat di daerah merasa bangga ketika tubuh anaknya menjadi gemuk karena meminum susu. Padahal kelebihan berat badan pada anak dikategorikan obesitas dan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito menegaskan bahwa SKM bukan merupakan pengganti air susu ibu atau ASI bagi bayi. "SKM bukan produk susu yang digunakan sebagai pemenuh asupan kebutuhan gizi terutama untuk bayi, apalagi untuk ASI," kata Penny.

Dia mengatakan SKM sekadar sebagai produk yang mengandung susu untuk pelengkap sajian.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah tegas terkait anjuran produk susu kental manis (SKM) agar masyarakat tidak salah mempersepsikan produk tersebut dijadikan sebagai penambah nutrisi.

(Baca Juga: 5 Pasukan Timnas Prancis yang Merupakan Seorang Muslim)

Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty, berpendapat anjuran yang bersifat ambigu dan tidak terkait produk SKM tidak akan berpengaruh pada persepsi masyarakat sebelumnya. 

“SKM masyarakat berasumsinya minum susu, tapi ternyata tidak. Kalau tidak ada anjuran tegas dari pemerintah maka tak berpengaruh bagi masyarakat. Harus tegaskan, tidak untuk bayi. Penggunaan bahasa harus diperhatikan, gunakan bahasa tegas, dilarang, jangan 'not recommended'”, jelasnya.

(Baca Juga: Intip Gaya Manja Pemilik Kedai Bakmi Janda Jamilla Juminten, Siap-Siap Didoooor!)

Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengonfirmasi bahwa masih ada kandungan lemak susu dalam produk SKM, namun KPAI berpendapat hal tersebut masih bisa menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

Penyebutan kata susu di produk SKM tidak tepat karena kandungan gula yang mencapai 40-50 persen lebih banyak ketimbang kandungan lemak susu yang hanya 8 persen.

(Baca Juga: Cantiknya 5 WAGs Pesepakbola Muslim Prancis)


(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini