nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencicipi Kuliner Khas Peru di Indonesia yang Rasa Otentiknya Menggoda Selera

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 17:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 298 1921544 mencicipi-kuliner-khas-peru-di-indonesia-yang-rasa-otentiknya-menggoda-selera-RgcEZcd8IP.JPG Kuliner khas Peru (Foto: Pradita/Okezone)

INDONESIA sebagai salah satu negara 'melting pot', yakni pertemuan dari banyak kebudayaan dan ras memang sebagai tempatnya berbagai sajian makanan khas dari berbagai negara.

Makanan khas dari negara mana sih yang tidak bisa ditemukan di Indonesia, tepatnya di kota-kota besarnya? Mulai dari makanan Jepang, kuliner khas China, makanan khas India, sajian hidangan asli Timur Tengah, masakan Thailand, kuliner Meksiko hingga Western food sangat mudah ditemukan di sini.

Namun, tidak seperti negara-negara yang sempat disinggung di atas. Sajian hidangan khas Peru, sayangnya masih belum terlalu populer alias familiar di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta contohnya.

Padahal, kuliner asli Peru sebut saja seperti Ceviche (acar ikan segar dengan campuran jeruk nipis, bawang bombay, dan cabai), lalu Camarones Fritos en Salsa de Maracuya (udang goreng panko dengan saus pedas saus markisa), Aji de Gallina (daging ayam dimasak dengan saus kuning pedas, Lomo Saltado (sajian tumis daging sapi khas kota Lima yang dimakan bersama nasi gurih khas Peru), Chupe de Camarones (sup dari campuran udang, nasi, susu, telur, dan sayuran), hingga Arroz Tapado (hidangan tradisional Peru yakni nasi berisi daging cincang dimakan bersama pisang goreng), dan masih banyak lagi jenis hidangan lainnya sudah cukup menggaung di benua lainnya.

Kuliner Khas Peru

Namun, jika bicara ekspansi di benua Asia, sajian hidangan khas Peru ini baru saja mulai masuk dan berkembang. Di luar soal cita rasa dan tampilan visual yang menarik, serta mengutamakan pemakaian bahan-bahan lokal yang segar. Sebetulnya, jika dilihat soal keunggulan, apa sih keunggulan yang dimiliki oleh masakan khas Peru terutama untuk selera lidah orang Indonesia? Menjawab hal ini, maka Okezone pun bertanya kepada excutive chef hotel JW Marriot, Heri Purnama.

"Jika dihubungkan dengan selera orang Indonesia, salah satu keunggulan makanan Peru ini adalah mudah dipadukan dengan bahan-bahan makanan lokal di Indonesia. Mudah dibuat tanpa harus rasa dan teksturnya berubah, sehingga hasil akhirnya tidak asing untuk lidah orang Indonesia," ujar Heri kala ditemui Okezone, Kamis (11/7/2018) di restoran Sailendra JW Marriot dalam acara 'The Peruvian Palate', kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Chef Natalia

Pernyataan dari chef Heri di atas, juga diamini oleh juru masak asli Peru, Natalia Sophia Gonzales Echeverria yang kebetulan sengaja didatangkan langsung dari Peru ke Indonesia. Natalia yang akrab disapa chef Natty ini, menyebutkan memang salah satu keunggulan makanan asli Peru ialah tidak sulit untuk dipadukan dengan bahan-bahan makanan dari negara lain,.

"Makanan asli Peru ini easy to blend (mudah dikombinasikan) dengan bahan-bahan makanan dari negara lain. Contohnya untuk pemakaian buah pisang, saya memakai buah pisang lokal asli Indonesia selain bumbu rempah-rempahnya juga. Peruvian food is very east to blend. Masakan Peru yang saya hidangkan ini, beberapanya memang pakai bahan-bahan asli Indonesia yang pas dipertemukan dengan bahan-bahan khas lainnya dari Peru," tambah Natty dalam kesempatan yang sama.

Kuliner Khas Peru

Chef Heri menambahkan, karena bersifat mudah dicampur memakai bahan-bahan makanan non-Peru tapi tidak merubah tekstur atau rasa otentiknya. Maka dari itu, proses membuat hidangan asli Peru pun bisa dengan mudah dipraktekkan oleh orang Indonesia.

"Kalau ditanya bisa dibikin mudah atau tidak di rumah masakan Peru ini, bisa banget. Bahan-bahannya mudah, jadi jangan khawatir dulu. Misalnya resep pakai cabai jalapeno, bisa kok diganti pakai cabai lokal tanpa perlu takut rasanya berubah. Pakai cabai kering, dibikin puree, lalu baru diolah. Bahan-bahan dasarnya semua ada di pasar. Kalau soal teknik khusus membuatnya, kembali lagi ke metode memasak masing-masing orang. Tapi pada dasarnya, metode memasaknya relatif sama," tandas Heri.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini