nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diet Keto Efektif Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 481 1921297 diet-keto-efektif-turunkan-berat-badan-ini-faktanya-DG8VDf4WEV.jpg Diet Ketogenik (Foto: Medicalherald)

DIET merupakan salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa orang melakukan hal ini dengan tujuan mengurangi berat badan maupun menjaga tubuh agar tetap sehat. Ada berbagai macam tipe diet, dan mereka bisa melakukannya sesuai kebutuhan. Salah satu yang bisa Anda dilakukan adalah diet keto.

Diet keto biasanya dilakukan para selebriti di luar negeri. Diet keto merupakan singkatan dari dirt ketogenik yang berfokus pada mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat dan meningkatkan lemak. Fungsi utamanya adalah untuk membuat tubuh membakar lemak dan menciptakan energi.

Baca Juga :

Hati mengubah lemak menjadi asam lemak dan keton. Tubuh akan masuk ke ketosis yang memungkinkan tubuh untuk memetabolisme lemak daripada karbohidrat.

Orang wajib melakukan diet sekira satu minggu untuk mencapai ketosis dan penurunan berat badan. Menurut Women's’s Health, diet keto meminta penggunanya untuk mengonsumsi 60-75 persen kalori dari lemak, 15-30 persen dari protein, dan 5-10 persen terakhir dari karbohidrat. Diet keto pada dasarnya membagi karbohidrat tubuh dan memaksanya menjadi ketosis.

Mengapa diet ini bisa sangat populer di luar negeri? Menurut Everdayhealth.com, sejumlah aktor dan atlet terkenal telah menggunakan diet keto dalam kehidupan mereka. LeBron James, Kim Kardashian, dan Megan Fox, tiga selebriti ini ikut menjalani diet keto.

Diet keto ditemukan untuk membantu penurunan berat badan. Karbohidrat menyebabkan pelaku diet menahan kadar air. Namun, ketika pelaku diet berhenti makan karbohidrat dan fokus pada lemak dan protein, tubuh akan membuang kadar air.

Lemak dan protein mencegah penggunanya mengidam dan kelaparan. Karena itu, pelaku diet bisa menurunkan berat badan karena merasa kurang lapar. Diet keto berfokus pada pembakaran lemak.

Tubuh tidak memiliki karbohidrat untuk dibakar sebagai bahan bakar, sehingga tubuh harus beralih ke lemak yang tersimpan. Lemak ini kemudian dibakar dan individu kehilangan berat badan. Tubuh akan menargetkan lemak yang kemudian dibakar untuk mengubahnya menjadi energi.

Meski populer, diet keto mungkin tidak untuk semua orang. Ini tidak disarankan untuk orang yang menerapkannya dalam jangka panjang kecuali mereka menderita kejang. Diet tinggi lemak, protein sedang, dan rendah karbohidrat dirancang untuk anak-anak yang sulit mengontrol epilepsi. Diet dapat menghasilkan bahan kimia yang mengurangi dan menurunkan risiko kejang.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini