Mom, Ternyata Memijat Bayi Bisa Menguatkan Ikatan Ibu dan Anak

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 17:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 12 481 1921535 mom-ternyata-memijat-bayi-bisa-menguatkan-ikatan-ibu-dan-anak-k7HPK9K8xr.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PIJAT bayi masih belum jamak dilakukan. Padahal, tidak hanya menghilangkan pegal atau bounding semata, pijat bayi juga memiliki manfaat lebih. Apa saja?

Pijat bayi dapat menguatkan ikatan atau bounding antara ibu dan bayi. Hal ini memang sudah banyak yang tahu. Namun, tahukah Anda bahwa memijat bayi juga meningkatkan nafsu makan si kecil serta mendukung tumbuh kembang anak?

BACA JUGA: Berlibur ke Bahama, Model Instagram Ini Malah Digigit Hiu

IlustrasiFoto: Shutterstock

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes Dr dr Ina Rosalina SpA(K) MKes MHKes mengatakan, pijat bayi berhubungan dengan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). “Pijat bayi merupakan salah satu program yang kami lakukan di Kemenkes dan ini sudah ada penelitiannya. Misalnya, bayi lahir beratnya 2,5 kg, bila dipijat setiap hari, 9 atau 12 bulan kemudian tumbuh kembangnya bisa terkejar,” ujar dr Ina dalam acara Sentuhan Cinta yang diadakan PT Johnson & Johnson Indonesia.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum paham manfaat memijat bayi dan cenderung memberikan tugas ini kepada dukun pijat. Padahal, jika dilakukan sendiri, pijat hanya berlangsung 10-15 menit sambil bernyanyi atau berdoa. Bukan hanya ibu, ayah, pengasuh, atau kakek-nenek juga bisa memijat si kecil.

Menurut dr Bernie Endyarnie Medise SpA(K) MPH dari UKK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), masa neonatal amat penting. Terlebih, bayi baru lahir sangat rentan, terutama pada awal masa kehidupannya (28 hari). “Kulitnya masih berkembang, rawan terjadi gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh juga masih lemah, pencernaan belum berkembang sehingga asupan nutrisi harus tepat, yaitu ASI,” papar dr Bernie.

Ilustrasi, ShutterstockFoto: Shutterstock

Tumbuh kembang yang terganggu dapat berpengaruh buruk pada kehidupan selanjutnya (kecerdasan emosi fisik). Maka itu, bayi perlu penanganan khusus dan stimulasi rutin. 1.000 HPK adalah window of opportunity sekaligus critical period. “Kalau terjadi sesuatu dalam 1.000 HPK, bisa berakibat stunting atau kejang yang dapat berdampak permanen,” ucap dr Bernie.

BACA JUGA: Dikerjai saat Tidur, Lihat Ada yang Keluar dari Mulut Perempuan Cantik Ini!

Cara terbaik perawatan neonatal ialah dengan memenuhi kebutuhan fisik (nutrisi, higienis, perawatan fisik, dan stimulasi fisik), mental atau emosional, stimulasi multisensori dan kasih sayang, serta spiritual (agama dan etika). Multisensori terdiri atas penglihatan, penciuman, peragaan, pendengaran, pengecap, keseimbangan.

Kapan waktunya menstimulasi? Kapan saja, seperti saat makan, main, persiapan tidur, dan ketika dipijat.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini