Bukan Keturunan, Ini Penyebab Banyaknya Orang Indonesia Alami Stunting

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 19:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 481 1921593 bukan-keturunan-ini-penyebab-banyaknya-orang-indonesia-alami-stunting-wzb8Y3vWDO.jpg Ilustrasi (Foto: Ndtv)

INDONESIA masih, masih banyak ditemukan permasalahan tentang gizi. Utamanya adalah kekurangan dan kelebihan gizi.

Padahal kekurangan gizi di masa anak-anak sangat berbahaya bagi tumbuh kembangnya. Salah satu akibat dari kekurangan gizi dalam waktu lama maka pertumbuhan anak akan terganggu atau biasa disebut 'stunting' (pendek).

Communications Director Danone di Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan, kepedulian untuk lebih perduli dan menyadari pentingnya gizi seimbang tidak bisa dilakukan sendiri. Namun harus bergandengan tangan dengan pihak terkait lainnya seperti pemerintah dan juga stakeholder yang lain.

Sari Husada berkomitmen untuk tinggi untuk mengatasi permasalahan nutrisi anak bangsa. Salah satunya bekerjasama dangan yayasan One oerth yang memiliki visi yang sama meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satunya dibidang kesehatan.

Permasalahan stunting ini mulai dari Presiden Jokowi hingga Menteri Kesehatan menjadi prioritas dan perhatian pemerintah. Dan untuk menghadapi permasalahan tersebut secara nasional harus bergerak bersama.

"Tidak ada satu pemangku kepentingan yang bisa bergerak sendiri. Dan kita (Sari Husada) juga ikut andil dalam program edukasi dan monitoring (di Jawa Barat)," paparnya kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Yang perlu diperhatikan, berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa penderita stuting (masalah tinggi badan) akan sulit untuk dikembalikan ke semula. Yang terpenting adalah jika diketahui pertumbuhan anak tidak sesuai dengan grafik (gagal tumbuh) harus segera dibawa ke dokter anak.

"Jadi perlu penanganan khusus. Untuk pencegahan bisa dilakukan dengan makanan sehari-hari yang baik dan gizi seimbang," jelasnya.

Dr. Stephanus Hardiyanto, Yayasan One Earth sampaikan nutrisi memiliki peran penting bagi perkembangan mental dan emosional.

Bisa dilihat perbedaan anak zaman sekarang dan zaman dahulu. Zaman dahulu jarang sekali ditemui anak yang mengalami gangguan hiperaktif, autis.

"Namun sejak tahun 2010, kondisi anak hiperaktif kok semakin meningkat. Ternyata nutrisi sangat berperan penting terutama sekali micro nutrien," paparnya.

Ukur tinggi badan

Micro nutrient berupa vitamin dan mineral yang banyak didapatkan dari makanan seperti buah dan sayur sangat penting untuk perkembangan otak. Sejak anak dalam kandungan, otak berkembang seribu hari pertama sejak terjadinya pembuahan sampai lahir hingga anak usia dua tahun.

"Manusia harus diperhatikan kecukupan gizinya sejak awal kehidupan (saat mulai pembuahan atau awal kehidupan) maka tumbuh kembangnya juga baik," jelasnya.

Menurutnya micro nutrient yang diperoleh dari pola makan seimbang ini sangat baik untuk perkembangan sistem syaraf. Jika micro nutrient (vitamin dan mineral ini kekurangan) bisa menyebabkan berbagai gangguan tumbuh kembang anak.

"Contohnya yang saat ini sedang coba kita bersama atasi adalah stuting atau dulu kita sebut pendek atau kerdil," jelasnya.

Dahulu banyak orang menyebut kelainan itu karena faktor genetik, karena orangtua pendek bagaimana anaknya bisa tinggi. "Namun hal itu tidak benar. WHO sejak tahun 2015 mengatakan stuting adalah masalah gizi. Jika gizi diperbaiki (micro nutrient) bisa menjadi perbaikan secara fisik yang sangat bermakna," paparnya.(Bramantyo)

Untuk pencegahan, saat ini stunting bisa dicegah karena tinggi badan hanya bisa diperbaiki ketika anak masih di dalam kandungan. Sehingga ibu hamil disarankan kontrol rutin dan mengatur asupan gizi yang seimbang. Selain itu dari layanan kesehatan mulai diwajibkan untuk setiap Puskesmas dan Posyandu memiliki data agar bisa dilaporkan ke pusat kesehatan.

"IBI, IDAI, IDI dan Persatuan Ahli Gizi saling bekerjasama agar setiap ibu hamil diberi pemahaman yang benar untuk gizi yang seimbang untuk pencegahan stunting," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini