nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahalnya Biaya Nikah Bikin Sakit Kepala, Wedding Organizer Profesional Ini Bocorkan Trik Kelola Uang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 16:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 13 194 1921980 mahalnya-biaya-nikah-bikin-sakit-kepala-wedding-organizer-profesional-ini-bocorkan-trik-kelola-uang-fcmjPJ1qBz.jpg Ilustrasi konsep pernikahan (Foto: Weddingboutiquephuket)

MASYARAKAT kita masih terbelenggu dalam konsep "nikah itu mahal". Apalagi jika melihat fakta bahwa harga persiapan pernikahan selalu melonjak.

Padahal, dengan pengaturan keuangan yang tepat pernikahan minim budget bisa terealisasi. Tapi, mewujudkan pernikahan bagus tapi murah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu juga diakui Owner Multi Kreasi Enterprise Wedding Organizer Emil Eriyanto, nikah murah itu agak susah sebetulnya.

"Kita sebagai WO akan puter otak untuk bisa menyesuaikan budget yang ditetapkan client. Tapi, yang mesti ditekankan di sini adalah pemahaman bahwa bagus itu relatif dan bagus tidak melulu mahal, kok," terangnya saat ditemui di event Jakarta Wedding Festival 2018 di JCC Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Baca Juga :

Emil melanjutkan, dengan pemahanan bagus tidak harus mahal, pihaknya mencoba menggiring persepsi calon pengantin untuk mau menerima ide yang diberikan. "Jika memang calon pengantin pengin nikah murah, mereka setidaknya harus open minded dan mau menerima ide yang WO sampaikan," sambungnya.

 

Bicara mengenai pengaturan keuangan, Emil menjelaskan bahwa pertanyaan pertama yang bakal dia tanyakan adalah jumlah tamu. Sebab, hal ini akan menentukan jenis makanan apa yang bakal dipesan. "Kalau Anda mau tahu, biaya paling tinggi dari acara pernikanan ada di budget katering," tegasnya.

Kemudian masalah baju. Emil memaparkan bahwa calon pengantin jangan memaksakan untuk menggunakan baju pengantin dilihat dari "apa brandnya". Khususnya calon pengantin yang memang menginginkan pernikahan dengan budget minim.

"Anda mesti ketahui bahwa ketika budget pernikahan minim, maka dilarang nyebut brand. Lagipula, jika baju yang disarankan sesuai dengan kepribadian dan tetap memperlihatkan kecantikan pengantin, calon pengantin pun akan tanya, 'dapat bajunya darimana?' Intinya, jangan mempermasalahkan brand," terang Emil.

 

Bahkan, Emil menambahkan, jika memungkinkan, pihaknya akan mendaur ulang pakaian pernikahan untuk menekan budget pernikahan sesuai dengan kesiapan finansial calon pasangan.

Sementara itu, bicara mengenai souvenir, Emil menyarankan untuk gunakan budget 1 persen saja dari total budget pernikahan keseluruhan. "Ini dimaksudkan agar pengeluaran tidak terlalu membengkak dan souvenir sangat bisa ditekan angkanya," katanya.

 BACA JUGA: Tidak Mudah, Begini Tahapan Menjadi Vegetarian

Lebih lanjut, jika budget yang dimiliki calon pengantin minim, Emil menyatakan tidak usah menyelenggarakan pernikahan di gedung. Di rumah saja cukup. "Malah, kalau memang nikahnya di KUA, tim WO akan tetap mempercantik pernikahan Anda. Intinya, pernikahan bagus tidak melulu mahal, kok," tambah Emil.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini