Alasan Dutch Lady Identik dengan Pemerah Susu dalam Iklan-Iklan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 13 194 1922129 alasan-dutch-lady-identik-dengan-pemerah-susu-dalam-iklan-iklan-OSFKUazZZC.jpg Ducth Lady memerah susu

PENDUDUK di Belanda sangat tergila-gila dengan susu dan produk turunannya seperti keju. Kegilaan masyarakat Negeri Tulip dengan susu ternyata sudah mendarah daging dan punya keterkaitan sejarah dengan kondisi geografis.

Sekira 400 tahun lalu, sebagian besar wilayah negara tersebut berada di bawah permukaan laut. Sementara itu, wilayah lainnya adalah rawa-rawa. Pemerintah lantas memutuskan untuk membangun ulang negara dengan mengeruk kanal-kanal hingga menjadi tanah di atas permukaan laut.

Melansir dari BBC, Sabtu (14/7/2018), tanah hasil urukan tersebut sangat cocok dengan pertumbuhan rumput yang terasa nikmat bagi sapi-sapi perah. Susu kemudian menjadi minuman paling populer karena suplai air bersih sangat terbatas. Maka, sejak itu orang-orang Belanda amat tergila-gila dengan susu.

Nah, dari kebiasaan minum susu itu lah kemudian muncul gambar yang terkenal hingga saat ini, yaitu Dutch Lady yang begitu identik dengan pemerahan sapi. Dihimpun dari berbagai sumber, awal mula gambar tersebut adalah lukisan milkmaid karya pelukis Belanda, Johannes Vermeer.

 

Lukisan yang bisa Anda lihat di Museum Rijskmuseum, Amsterdam, itu dibuat oleh Vermeer sekira 1657-1658. Di era tersebut, istilah ‘milk maids’ disematkan kepada para perempuan yang memerah susu. Sekira dua abad sebelum lukisan itu dibuat, milkmaid dan juga pembantu rumah tangga, menjadi objek seks laki-laki.

Patut dicatat bahwa milkmaid dengan latar belakang dapur atau pasar menjadi tema utama sebagian besar lukisan di Belanda. Dalam berbagai literatur, para wanita pemerah susu ini merupakan ancaman bagi kehormatan dan keamanan rumah tangga, sesuatu yang saat itu merupakan hal paling sakral di Belanda.

 

Entah berhubungan atau tidak, tetapi dalam perkembangannya para wanita sering ditugaskan untuk memerah susu di rumah-rumah pembesar yang memiliki peternakan sapi. Tidak heran kalau kemudian berkembang gambar-gambar yang menunjukkan wanita Belanda yang memegang wadah berisi susu.

Karena diidentikkan sebagai objek seks pada zaman dulu, beberapa gambar wanita pemerah susu ditampilkan dalam pakaian yang minim atau bertubuh seksi. Istilah milkmaid pun lebih lekat dengan perempuan. Sebab, milkman atau laki-laki lebih berperan sebagai pengantar susu dibandingkan pemerah susu pada masa Vermeer membuat lukisan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini