Apa yang Terjadi jika Ratu Inggris Meninggal Dunia? Ini Protokolnya!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 10:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 13 196 1921813 apa-yang-terjadi-jika-ratu-inggris-meninggal-dunia-ini-protokolnya-TmUshoavTX.jpg Ratu Elizabeth (Foto: Huffingtonpost)

RATU Inggris, Elizabeth II, sudah menginjak usia 92 tahun. Meski sudah sangat lanjut, ia masih terlihat cukup sehat untuk menjalani hari dan tugasnya sebagai kepala negara. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan Ratu Elizabeth II wafat sewaktu-waktu.

Apa yang akan terjadi ketika Sri Ratu wafat? Well, pemerintah Inggris sudah menyiapkan protokol tersendiri yang diberi nama Operasi London Bridge is Down. Sebagai kepanjangan tangan Ratu Inggris sekaligus kepala pemerintahan, Perdana Menteri (PM) yang menjabat akan diberi tahu pertama kali.

Informasi tersebut akan didapatkan PM Inggris dari lewat rilis umum dari sektretaris pribadi Ratu Elizabeth, Sir Christopher Geidt. Ia kemudian akan menyebarkannya ke 15 negara dan 36 persemakmuran di mana Ratu Inggris bertindak sebagai kepala negara, contohnya Australia.

Baca Juga :

Ratu Elizabeth

Melansir dari Independent, Jumat (13/7/2018), media milik pemerintah Inggris, BBC, biasanya akan diberi tahu terlebih dahulu mengenai kabar kematian anggota kerajaan. Namun, saat ini sudah lumrah kalau pengumuman besar akan langsung tersebar dengan cepat setelah kantor-kantor berita seperti Press Association merilisnya.

Sebelum meninggal, apabila kondisi Ratu Elizabeth semakin memburuk, berita akan disampaikan lewat berbagai saluran televisi utama terlebih dahulu. BBC akan mengganti seluruh siaran dengan tayangan terkini kondisi Ratu Elizabeth, sementara stasiun televisi lain boleh memilih mengabarkan atau tidak. Pilot yang sedang terbang juga harus segera mengabarkan kematian kepada para penumpang.

Di hari kematian, sebagian besar masyarakat Inggris yang bekerja akan segera diliburkan. Inggris juga akan melewati masa berkabung selama 12 hari di mana jenazahnya akan dipindahkan ke Istana Buckingham, jika belum berada di sana, dan segera diadakan upacara pemakaman kenegaraan yang dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury. Selama masa berkabung, bendera akan dikibarkan setengah tiang.

Jenazah Ratu Elizabeth II akan dibaringkan di Westminster Hall selama empat hari setelah dinyatakan meninggal dunia sehingga masyarakat bisa memberi penghormatan terakhir. Sebagai informasi, lebih dari 200 ribu orang hadir untuk memberi penghormatan ketika Ibu Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada 2002.

Setelah dari Westminster, jenazah akan dimakamkan di area Kapel Saint George Kastil Windsor. Sebagai informasi, ibu dan ayah Ratu Elizabeth juga dimakamkan di area yang sama.

Pangeran Wales akan secara otomatis menjadi Raja Inggris meneruskan tahta yang ditinggalkan ibunya. Ia juga diwajibkan untuk memberikan arahan kepada masyarakat Inggris di malam ketika Ratu Elizabeth II wafat.

Pangeran Charles bisa memilih nama baru sebelum naik takhta. Dengan begitu, namanya bisa menjadi Raja Arthur, Philip, atau George. Apabila tetap memilih nama Charles, maka ia akan menjadi Raja Charles III. Pentahbisan akan berlangsung beberapa bulan setelah wafatnya Ratu Elizabeth II. Sedangkan gelar Prince of Wales sebagai putra mahkota akan diwariskan kepada Pangeran William yang bergelar Duke of Cambridge.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini