Penjelasan Cerita Susu Beruang yang Isinya Ternyata Susu Sapi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 09:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 13 298 1922149 penjelasan-cerita-susu-beruang-yang-isinya-ternyata-susu-sapi-NksCpi1kf1.jpg Ilustrasi (Foto: Farmr)

BEBERAPA tahun lalu muncul lelucon terkait susu. Ada sebuah produk susu beruang tetapi di iklan menampilkan naga. Sudah begitu, ternyata susu yang dikemas dalam kaleng itu bukan berasal dari beruang, tetapi dari sapi. Meme mengenai produk susu beruang itu pun bertebaran di jagat dunia maya.

Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (14/7/2018), susu beruang ini memang berasal dari susu yang diperah dari sapi. Mengapa disebut beruang? Alasannya simpel, karena ada perbedaan proses pembuatan dengan susu sapi lainnya.

Berdasarkan situs resmi pemegang merk susu beruang, Nestle, produk satu ini terbuat dari 100% susu murni berkualitas tinggi yang sudah mengalami proses sterilisasi tanpa penambahan bahan pengawet. Karena itu, susu satu ini bisa langsung diminum.

Susu beruang mengandung banyak protein, vitamin, dan lemak sehingga baik untuk pertumbuhan dan menjaga kesehatan. Kandungan vitamin yang terdapat dalam susu beruang di antaranya yaitu vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, mineral, dan kalori.

Sterilisasi susu dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai di atas titik didih. Pada kondisi tersebut bakteri maupun kuman dan sporanya mati. Proses pembuatan ini memerlukan peralatan khusus dan biaya yang relatif mahal. Makanya, sterilisasi susu hanya dilakukan oleh Industri Pengolahan Susu seperti yang dilakukan pemegang merk.

susu segar

Lalu mengapa memakai beruang? Produsen sepertinya ingin memunculkan produk yang mudah melekat di benak masyarakat serta berbeda dari kebanyakan produk susu yang beredar. Sebut saja susu sapi, susu kambing, atau bahkan susu kuda liar yang lebih dahulu tenar di Indonesia.

Label susu beruang pun hanya dipakai oleh pemegang merk di kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia. Lain halnya dengan sapi, kambing, dan kuda liar, yang benar-benar diperah dari hewannya, susu beruang tidak demikian.

Karena penasaran dengan nama ‘susu beruang’ maka masyarakat hampir pasti akan mencobanya. Pada dasarnya, manusia memang menyukai suatu produk yang dikemas ‘out of the box’ atau di luar kebiasaan meski isi atau kontennya tidak jauh berbeda dengan produk yang sudah beredar luas.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini