nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaya Hidup Diyakini Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 15 Juli 2018 20:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 15 481 1922661 gaya-hidup-diyakini-tingkatkan-risiko-kanker-payudara-DGSAVohmVe.jpg Kanker Payudara (Foto: Medical Herald)

DALAM beberapa tahun terakhir, para ahli medis mengklaim bahwa kanker payudara erat kaitannya dengan gaya hidup. Namun hingga saat ini, belum ada studi komprehensif yang dapat membuktikan klaim tersebut.

Sekarang, sejumlah ahli mulai melakukan survei besar-besaran untuk mendapatkan panduan definitif tentang makanan apa saja yang harus dihindari, dan makanan apa saja yang harus dikonsumsi untuk mencegah dan menyembuhkan kanker payudara. Survey ini juga meneliti lebih jauh apakah faktor gaya hidup dapat meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga :

Hasil awal survey ini menunjukkan, seseorang yang menerapkan diet sehat diklaim dapat mengurangi risiko kanker hingga 50%. Kedelai, buah, dan sayuran dianggap dapat membantu mengurangi risiko penyakit tersebut.

Selain itu, kehamilan dan aktivitas menyusui dipercaya dapat melindungi seseorang dari risiko kanker payudara. Namun di sisi lain, wanita yang menggunakan pil KB dan HRT justru terbukti memiliki risiko yang lebih tinggi.

Survei yang didanai oleh European Commision ini akan mensurvey ribuan wanita yang menderita kanker payudara di bawah usia 40 tahun dari tujuh negara yang berbeda, termasuk Skotlandia.

Mereka diberikan sejumlah pertanyaan mengenai menu makanan atau diet apa saja yang selama ini telah diterapkan (sebelum dan sesudah didiagnosa kanker payudara). Penggunaan pil hormonal dan aktivitas olahraga yang dilakukan setiap minggu pun turut dimasukkan dalam daftar survey.

Para partisipan juga akan ditanyai mengenai silsilah keluarga mereka. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah faktor genetik menjadi salah satu pemicu timbulnya kanker payudara?

Hasil penelitian menemukan bahwa, terdapat dua mutasi dalam gen yang dipercaya bertanggung jawab dalam 70% kasus kanker payudara, yang disebabkan oleh silsilah keluarga. Gen ini dikenal dengan sebutan BRCA1 dan BRCA2 yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan kanker.

Kedua gen ini juga dianggap memicu mutasi gen lainnya yang dikenal dengan nama BRCA3. Kondisi tersebut biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan diklaim dapat memperparah penyakit.

Para peneliti kemudian membagi partisipan menjadi tiga kelompok yang terdiri dari wanita dengan mutasi BRCA 1, BRCA2, dan mutasi BRCA3 yang tidak memiliki faktor risiko genetik. Survei yang menjadi bagian dari studi jangka panjang ini memakan waktu selama kurang lebih tiga tahun.

Bukti sejauh ini menunjukkan bahwa kehamilan cenderung melindungi seseorang dari kanker payudara, karena paparan oestrogennya cenderung lebih rendah. Sementara itu, wanita yang tidak memiliki anak diklaim memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi hingga 10%-30%.

Selain itu, ada juga bukti yang menghubungkan konsumsi makanan sehat seperti mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, dapat menurunkan risiko kanker payudara. Buah dan sayuran dinilai mengandung vitamin dan nutrisi antioksidan seperti betakaroten yang membantu memerangi radikal bebas.

Penelitian lain menunjukkan bahwa kedelai dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Sejumlah negara seperti Jepang yang notabennya cukup sering mengonsumsi kedelai, terbukti memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah.

Sayangnya, para peneliti mengklaim, para wanita Jepang yang pindah ke Amerika Serikat memiliki risiko kanker yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di Jepang. Secara tidak langsung, hal tersebut menyiratkan bahwa diet sehat memainkan peran penting dalam melindung tubuh dari berbagai penyakit berbahaya, terutama kanker payudara. Demikian dilansir dari Daily Mail, Minggu (15/7/2018).  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini