Share

Hari Pertama Masuk Sekolah, Keluguan Siswa-siswi Cilik Ini Bikin Ngakak

Hambali, Okezone · Senin 16 Juli 2018 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 16 196 1923025 hari-pertama-masuk-sekolah-keluguan-siswa-siswi-cilik-ini-bikin-ngakak-uKQNxehHWl.jpg Hari Pertama Masuk Sekolah (Foto: Hambali)

 

ADA  hal yang unik dalam pelaksanaan kegiatan hari pertama masuk sekolah, khususnya saat menjalani tahun ajaran baru. Hari ini, Senin (16/7/2018) pagi, banyak siswa-siswi baru di berbagai jenjang pendidikan memulai aktiftas itu, termasuk di sebuah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlokasi di Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Siswa-siswi cilik yang belum terbiasa dengan suasana di sekolah itu, dengan lugu menjawab apa yang ditanyakan oleh tutor pendongeng di depan mereka. Namun karena jawaban mereka terdengar latah mengikuti, akhirnya hal tersebut mengundang gelak tawa orang tua yang mendampingi di sisi ruangan.

"Siapa yang mau jadi anak hebat?," tanya Maulana, tutor pendongeng dihadapan siswa PAUD.

Lalu spontan, anak-anak itu menjawab, "Saya" Kemudian ditanyakan lagi oleh pendongeng, "Siapa mau jadi anak pintar?" mereka pun kembali menjawab serentak, "saya". Namun begitu pertanyaan terakhir disampaikan, "Siapa mau jadi anak ayam?" karena latah dengan jawaban sebelumnya, mereka pun kompak tetap menjawab, "Saya".

Kepolosan siswa cilik itu dapat dimaklumi, lantaran usia mereka yang masih berkisar antara 3 hingga 4 tahun. Agar tak monoton, tutor pendongeng pun menyelingi hiburan tersebut sambil mengajak bermain dengan boneka tangan, bercerita tentang dongeng, serta adegan-adegan sulap.

 

Suasana keceriaan terus mengiringi materi pembelajaran siswa dasar di PAUD hingga hampir beberapa jam. Menurut pihak sekolah, untuk awal-awal minggu pertama masuk kelas, seluruh siswa baru akan diberi materi pengenalan lingkungan, baik itu guru, yayasan, karyawan dan suasana sekolah. Agar menarik, semua itu disajikan dalam bentuk hiburan dan permainan.

"Karena ini hari pertama, jadi kita berikan materi pengenalan lingkungan. Kita sudah siapkan segalanya, termasuk mendatangkan tutor yang bisa menghibur mereka sekaligus belajar, jadi mereka cepat mudah beradaptasi dengan sesama teman atau pun lingkungan sekolah," kata Siti Aisah, Kepala Sekolah PAUD Cikal Harapan 2.

BACA JUGA:

Potret Momen Seru Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

Dijamin, Berlibur di Kota Yamanashi Wisatawan Muslim Tidak akan Sulit Temukan Musala

Sebelum memulai kegiatan didalam ruangan, siswa-siswi PAUD itu bergabung mengikuti apel di halaman sekolah, bercampur dengan jenjang pendidikan tingkat SD, SMP, hingga SMA. Karena masih anak-anak, tak jarang dari mereka terus didampingi oleh guru atau orang tua agar mau berbaris sesuai kelompok masing-masing.

"Tadi saat apel ada pelepasan 26 ekor burung merpati, itu sebagai simbol dimulainya kegiatan sekolah dengan jumlah kelas yang ada," imbuh Aisah.

Dilanjutkan dia, mengajari anak-anak PAUD tentu memiliki keunikan tersendiri, apalagi di tahap baru pertama masuk. Oleh karenanya, seluruh tenaga pengajar harus memiliki keahlian dalam memadukan materi pelajaran dengan bermain.

"Pendaftar PAUD disini melebihi kuota, karena kalau kapasitasnya sendiri antara 90 hingga 100 siswa. Banyak juga yang belum kita terima karena umurnya kurang, tapi mintanya ke kelompok lanjutan, kalau seperti itu kita konsultasikan dulu dengan psikolog apakah bisa atau tidaknya," pungkasnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini