nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dream Come True, Jalan-Jalan di Sentosa Singapura dalam SFF 2018

Edi Hardian , Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 14:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 16 298 1922947 dream-come-true-jalan-jalan-di-sentosa-singapura-dalam-sff-2018-3anQ8ETp1X.jpg Suasana Singapore Food Festival 2018 (Foto: Edi Hardian/Okezone)

SINGAPORE Food Festival memasuki hari yang ketiga pada Minggu, 15 Juli 2018. Sentosa Grillfest kini menjadi destinasi festival kuliner terbesar di Singapura tersebut. Okezone kembali akan berbagi cerita keseruan selama acara berlangsung.

Singapura ternyata punya jargon "Tidak ke Sentosa, Maka Tidak ke Singapura". Rupanya jargon tersebut dimanfaatkan oleh penyelenggara Singapore Food Festival untuk menggelar acara di Siloso Beach Service Road, Sentosa, Singapura.

"Kita di sini (Singapura) punya semacam motto, jika tidak ke Sentosa, maka tidak ke Singapura. Artinya, jika anda berwisata ke Singapura, maka Sentosa adalah destinasi yang wajib dikunjungi," ujar Gretchen Lee, Public Relation Sentosa Grillfest yang setia memandu kami.

 (Baca Juga:Bikin Udang Goreng Cabai Garam untuk Makan Siang yang Spesial)

Jika diamati, sepintas kita akan merasa berada di Ancol (Indonesia), namun kemeriahan yang disajikan tentu berbeda. Pada Sentosa Grillfest ini terbentang jalan sekira 1 km dan berjajar aneka hidangan bakar dan panggang yang tentunya sangat sesuai dengan suasana pantai.

 

Tak sedikit para turis baik lokal atau internasional yang berbasah-basahan di pantai dan langsung memilih santapan di pinggir pantai tersebut. Rasanya seperti dream vacation come true.

Kembali pada SFF 2018, dari sekian banyak makanan bakar dan panggang yang tersedia, kami mencoba sesuatu yang mengandung karbohidrat (mengingat jalan kaki sejauh 1 km ternyata sangat melelahkan).

Akhirnya, kudapan bernama Traditional Naan jatuh menjadi pilihan. Sepintas, roti ini hampir sama dengan roti canai atau roti-roti India seperti Luchi, Girda, dan lainnya. Namun roti Naan ini bertekstur lebih tipis serta lebih mudah larut saat dikunyah.

 (Baca Juga:Tetap Dikonsumsi, Nyatanya 10 Makanan Ini Paling Beracun di Dunia!)

Paduan bumbu kari juga terasa pas. Tidak terlalu pedas, namun tidak juga terlalu manis. Ada sedikit rasa jahe di dalamnya namun tidak terlalu dominan. Perpaduan roti dan bumbu yang tepat mengisi kekosongan perut di pinggir pantai.

Selain masakan tersebut, masih banyak lagi menu-menu yang disajikan, seperti aneka macam seafood, serta minuman khas yang bernama "Bandung". Ya, Bandung di sini rupanya menjadi sebuah minuman campuran sirup "rose" dengan sedikit soda.

 

Bicara SFF, mungkin hanya makanan yang ada di benak kita. Namun rupanya ada sisi lain dari acara tersebut. Yaitu adanya hiburan seperti musik dan parade. Akan tetapi, Singapura juga mempersiapkan generasi baru yaitu para chef muda dan remaja untuk ikut serta.

 (Baca Juga:Serunya Icip-Icip Masakan Western-Eastern di Hari ke-3 SFF 2018)

"Jadi di sini para remaja yang akademiknya tidak terlalu tinggi, kita alihkan untuk berbisnis, nah peluang yang baik adalah bisnis kuliner sehingga kita lihat beberapa remaja berpartisipasi dalam event ini. Nantinya mereka akan menjadi penerus chef dari Singapura," ujar pemandu kami Augusta dari Singapore Tourism Board.

 

Ya, festival kuliner di Singapura ini memang terbilang apik. Tak hanya melulu bicara makan, penyelenggara juga mengusung beberapa aspek seperti bisnis, tradisi, dan masih banyak hal lain tentang Singapura.

Singapore Food Festival sendiri berlangsung mulai tanggal 13 Juli hingga 29 Juli 2018 dengan menyuguhkan rasa tradisional dan modern Singapura. Acara yang berlangsung sudah 25 tahun ini memiliki beberapa acara unggulan seperti STREAT, Workshop dan Masteclass kuliner, hingga hiburan lainnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini