nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komunikasi Jadi Kunci Waspadai Bullying pada Siswa Baru

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 11:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 17 196 1923366 komunikasi-jadi-kunci-waspadai-bullying-pada-siswa-baru-h7aDElZvTG.jpg Cegah bullying pada anak (Foto:Ilustrasi/Meetdoctor)

MENJADI siswa baru di jenjang sekolah yang baru pula tentu menyenangkan. Namun, siswa baru kerap jadi sasaran bullying bagi kakak senior atau kakak kelas, akhirnya siswa baru jadi enggan dan berat untuk berangkat sekolah di pekan pertama masuk sekolah.

Kementerian Koordiantor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengingatkan para orang tua dan tenaga pengajar untuk secara sungguh sungguh memantau proses adaptasi siswa baru. Kesulitan adaptasi siswa baru dapat terdeteksi dari gejala yang tidak biasa dipertunjukkan siswa tersebut.

‘’Agar cepat terdeteksi bila terjadi kesulitan siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru,’’ kata Ghafur Dharmaputra, Plt. Deputi bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak di Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dalam siaran pers yang Okezone terima, Selasa (17/6/2018).

BACA JUGA:

Orangtua Sempatkan Antar Anak ke Sekolah, Ini Dampak Positif Buat si Kecil

Untuk mendeteksi adanya kesulitan adaptasi, menurut Ghafur pula, orangtua perlu mencermati gejala-gejala yang muncul semisal anak enggan berangkat ke sekolah, siswa merasa sakit perut, atau gejala psikologis lainnya. Ghafur menjelaskan, bila nampak gejala dan siswa nampak cemas, maka komunikasi bisa jadi kunci untuk mengurai kecemasan tersebut.

‘’Bila muncul masalah, perlu dikomunikasikan secara terbuka. Kalau perlu kordinasikan dengan pihak sekolah agar kecemasan-kecemasan yang sering melanda siswa baru bisa dicegah,’’ ujar Ghafur di kantornya Gedung Kemenko PMK Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

 

(RD)

Salah satu pangkal kecemasan siswa baru adalah masalah bullying. Ghafur meminta agar semua pihak mencermati secara dini gejala bullying ini.

‘’Bullying ini bisa meninggalkan luka psikologis yang dalam. Jadi, perlu ditangkal secara serius,’’ ujar Ghafur pula.

BACA JUGA:

Video Bocah Joget Ini Bikin Netizen Bingung, Antara Nangis atau Seneng Sih?

Pejabat teras Kemenko PMK ini juga meminta agar pihak sekolah jangan memberikan toleransi dan tidak ragu-ragu menjatuhkan sanksi tegas bagi siswa senior yang melakukan bullying. Tak lupa, Ghafur pun mengingatkan ancaman narkoba.

Siswa baru yang sedang menjalani proses adaptasi disebutnya lebih rentan dijadikan sasaran bagi bandar narkotik yang sering kali pula kaki tangan di sekolah-sekolah menengah. Ghafur menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi di hari-hari pertama anak masuk sekolah untuk memperlancar proses penyesuaian bagi siswa.

Ia menggarisbawahi pentingnya koordinasi ini karena nantinya sekolah akan menjadi rumah kedua anak-anak. Selain itu, waktu yang dihabiskan siswa di sekolah pun cukup lama dan tiap hari ada di sekolah.

“Peserta didik pastinya bertahun-tahun bersekolah serta hampir tiap hari mereka ada di lingkungan sekolah,” pungkas Ghafur pula.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini