nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Roti Tertua Ditemukan di Yordania, Usianya 14.500 Tahun!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 17 298 1923413 roti-tertua-ditemukan-di-yordania-usianya-14-500-tahun-gX89ygbMzx.jpg Roti tertua di dunia ditemukan di Yordania (Foto: Reuters)

SISA-sisa arang hitam dari roti yang dibakar sekira 14.500 tahun lalu ditemukan dalam sebuah perapian di sebelah timur laut Yordania. Penemuan itu membuat para peneliti yakin bahwa manusia mulai membuat roti sejak berabad-abad lalu sebelum mengenal ilmu-ilmu pertanian.

Hasil penemuan tersebut menunjukkan bahwa para pemburu di wilayah Timur Tengah sudah berhasil mencapai jejak sejarah berupa pembuatan roti sekira 4.000 tahun lebih awal sebelum bercocok tanam menjadi bagian dari hidup manusia. Roti itu diketahui ditemukan di situs arkeologi Gurun Hitam

Roti pita, atau roti tidak beragi, itu terbuat dari sereal seperti barley, oat, serta umbi-umbian dari serat kayu yang berair, yang telah digiling menjadi tepung. Roti tersebut merupakan hasil dari kebudayaan Natufian yang memulai budaya hidup menetap (sedenter) di masa ketika manusia masih nomaden.

“Kehadiran roti di situs tersebut dengan usia yang setua ini sungguh luar biasa,” ujar peneliti dari University of Copenhagen, Denmark, Amaia Arranz-Otaegui, mengutip dari Channel News Asia, Selasa (17/7/2018).

Roti

Ia menambahkan, hingga saat ini roti hasil penemuan tersebut dikaitkan dengan masyarakat awal yang mengembangkan budaya bercocok tanam. Mereka diketahui memulai budaya pertanian dengan menanam sereal dan kacang-kacangan. Roti tertua sebelumnya ditemukan di sebuah situs di Turki dengan perkiraan usia 9.100 tahun.

“Kami sekarang akan meneliti apakah ada hubungannya antara produksi roti dengan awal-awal budaya bercocok tanam. Mungkin saja roti memunculkan inisiatif dari orang-orang pada masa itu untuk mulai menanam dan bertani, jika itu menjadi makanan yang diinginkan,” imbuh Arranz-Otegui.

situs

Para peneliti juga sudah mencoba memproduksi ulang roti berdasarkan bahan-bahan dan resep dari masa pra-sejarah tersebut. Mereka berhasil membuat tepung dari jenis umbi yang digunakan oleh para nenek moyang dalam resep tersebut. Mau tahu rasanya?

“Rasa dari umbi-umbian ini sangat asin dan punya tekstur yang kasar seperti berpasir. Tapi, rasanya juga sedikit manis,” tukas Arranz-Otaegui.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini