nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Demam Berdarah, Malaria, dan Zika dengan Tiga Cara Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 17 481 1923506 cegah-demam-berdarah-malaria-dan-zika-dengan-tiga-cara-ini-fLq9o4aeQV.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT demam berdarah adalah salah satu jenis penyakit endemik yang akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Tahukah Anda, disebutkan dalam lima puluh tahun terakhir kejadian penyakit DBD (demam berdarah) sebagai penyakit endemik yang ditularkan oleh nyamuk telah mengalami peningkatan hingga 30 kali lipat di seluruh dunia.

Menurut data yang diterbitkan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia dan juga Kementerian Kesehatan Indonesia, pada 2016, ada sebanyak 15,2 juta kasus DBD tercatat di Asia Pasifik, lalu sebanyak 202.314 kasus termasuk di dalamnya 1.593 kematian itu dilaporkan terjadi di Indonesia.

Begitu juga dengan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, yang juga mengungkap bahwa pada bulan Januari hingga Februari di tahun 2016 silam, sebanyak 42,72 persen kasus DBD terdiri dari anak sekolah berusia lima hingga 14 tahun. Menurut Kementerian Kesehatan, tingginya kasus tersebut terjadi karena nyamuk lebih aktif pada jam anak-anak sedang beraktivitas di luar ruangan.

 (Baca Juga:Sarapan Sehat On The Go Bantu Hilangkan Serangan Pusing, Ini 5 Makanannya!)


Maka dari itu, tidak sepatutnya kita sebagai masyarakat Indonesia menganggap enteng akan bahayanya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini. Tidak hanya demam berdarah, namun juga malaria serta zika.

Nah, salah satu upaya untuk menghambat laju penularan penyakit endemik, salah satunya yang paling familier yakni demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk ini, ialah dari cara fisik yakni 3M. Nah, jika dulu kita familiar dengan cara 3M sebagai tindakan preventif dan pengendalian penularan demam berdarah ini, yang digaungkan adalah Menguras, Menutup dan Mengubur. Sekarang konsepnya ternyata sudah mengalami sedikit perubahan.

Kini, konsep 3M yang digaungkan pihak pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, seperti yang dijelaskan oleh Dr.Suwito, M.Kes selaku Kepala Subdit Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telah mengalami sedikit perubahan. Lalu apa konsep 3M yang baru untuk tindakan pencegahan dan pengendalian penularan penyakit demam berdarah ini?

 (Baca Juga:Minum Wedang Jahe Bantu Atas Nyeri Punggung Menyiksa)

“Iya 3M ini kan dulu Menguras, menutup dan mengubur. Untuk menguras dan menutup masih sama. Yakni yang pertama kita itu harus rutin menguras tempat-tempat penampungan air, dikuras rutin supaya jentik nyamuk itu tidak tumbuh jadi nyamuk dewasa. Lalu penting juga untuk menutup, ya kalau tempat-tempat penampungan air ini tak ditutup ya nyamuk kan bisa datang untuk bertelur. Nah, terakhir kini digalangkan untuk mendaur ulang. Mendaur ulang barang-barang bekas yang masih bernilai ekonimis, contohnya botol-botol plastik yang masih dimanfaatkan, ban bekas masih bisa didaur ulang jadi produk lain,” jelas dr. Suwito saat dijumpai Okezone, Selasa (17/7/2018) dalam acara “ Media Briefing: Perkembangan Demam Berdarah di Indonesia Peduli Terhadap Jutaan Sesama oleh Bayer Vector Control Meeting” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

 

Lebih lanjut Dr. Suwito menjelaskan, mengapa konsep mengubur ini akhirnya dirubah menjadi mendaur ulang. Di mana disebabkan, konsep mengubur barang-barang bekas, sebagai salah satu tindak upaya pencegahan penularan penyakit endemik seperti demam berdarah, malaria, dan zika ini dinilai dapat menyebabkan permasalahan atau kerusakan di lain hal.

“Iya kalau dulu kan mengubur ya, nah ini bisa berdampak menyebabkan permasalahan lain. Misalnya mengubur plastik-plastik, yang mana hal itu dapat membuat kerusakan , pencemaran tanah,” tandasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini