nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Terganggu Mendengar Suara Orang Makan? Kemungkinan Anda Mengidap Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2018 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 18 481 1924009 sering-terganggu-mendengar-suara-orang-makan-kemungkinan-anda-mengidap-ini-eW2R5LYQ3S.png Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

APAKAH Anda termasuk orang yang mudah marah dan terganggu saat mendengar teman sedang menyeruput mi rebus, atau mendengar suara keripik yang dikunyah? Gejala ini bisa menunjukkan bahwa Anda mengidap gangguan otak atau dikenal dengan istilah “Misophonia”.

Misophonia pertama kali disebutkan pada tahun 2001, sebagai sebuah penyakit yang mengganggu bagian depan otak penderita. Menurut para peneliti, suara menjadi salah satu pemicu respons fisiologis yang mengakibatkan timbulnya keringat dan peningkatan denyut jantung.

Dalam bahasa Yunani kuno, Misophonia memiliki arti “kebencian terhadap suara”. Penyakit ini juga dikenal sebagai sindrom sensitivitas suara elektif dan masuk dalam kategori kelainan otak. Efek sampingnya bisa menimbulkan gangguan fisiologis dan psikologis secara bersamaan.

 (Baca Juga:Ini Lho 7 Masalah Mental yang Rentang Menyerang Anak Kuliah)

Apa penyebabnya?

Meski belum ada dokumentasi khusus terkait penyebab utama Misophonia, para peneliti mengklaim bahwa gangguan ini sering terjadi pada pasien yang menderita obsessive-compulsive-disorder (OCD), touretta, dan anxiety.

 

Apa yang dirasakan penderita Misophonia?

Menurut para psikolog, para penderita misophonia akan mengalami gelombang besar negatif yang mengambil alih sebagian besar fungsi kognitif tubuh. Dalam banyak kasus, kondisi ini hanya menyebabkan iritasi, sebelum akhirnya mereka mendengar suara-suara tertentu. Misalnya, semangkuk penuh keripik yang disimpan di depan seseorang menderita misophonia dapat memicu kemarahan akut, apalagi ketika mendengar suara kriuknya.

 (Baca Juga: 6 Gangguan Kesehatan yang Berpotensi Muncul karena Perceraian)

Apakah misophonia dapat disembuhkan?

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan misophonia, namun dapat dikendalikan dengan mengikuti sejumlah terapi. Contohnya terapi perilaku kognitif. Terapi ini membantu memisahkan diri dari perasaan negatif yang dipicu oleh suara. Lalu ada terapi penguatan tinnitus atau disingkat TRT. Terapi tersebut mengajarkan bagaimana cara menoleransi kebisingan. Terakhir adalah konseling karena masalah ini juga memengaruhi orang di sekitar Anda. Maka dari itu disarankan untuk mencari konseling untuk mengabaikan omongan negatif yang Anda terima.

Kesimpulan

Misophonia diklaim sebagai gangguan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Kendati demikian, misophonia dapat dikendalikan dengan bantuan orang-orang terdekat Anda.

(tam)

Berita Terkait

Gangguan Misophonia

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini