nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Bingung, Ini Moms Cara Ketahui Bayi Baru Lahir Kenyang Minum ASI

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2018 19:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 18 481 1924100 jangan-bingung-ini-moms-cara-ketahui-bayi-baru-lahir-kenyang-minum-asi-spYHBvJNFd.jpg Ilustrasi (Foto: Health)

BAGI ibu baru pasti bingung atau tidak tahu tandanya jika bayinya kenyang minum ASI. Terlebih dalam usia tiga bulan pertama. Lantas, bagaimana tanda-tandanya agar Anda tidak lagi khawatir lagi dengan kondisi si kecil?

Setiap bayi pada dasarnya punya kebutuhan ASI berbeda-beda. Ibu sebaiknya tidak boleh membatasi pemberian ASI eksklusif kepada si kecil. Karena itu adalah satu-satunya nutrisi yang mereka dapatkan.

Dalam sehari, paling tidak setiap dua jam sekali si kecil harus mendapatkan ASI. Sekalipun kondisinya bayi sedang tidur pulas, tetap tawarkan pemberian ASI tersebut.

Agar tidak berlebihan atau kekurangan memberikan ASI, kini Anda tak perlu lagi khawatir. Simak ulasannya berikut ini seperti yang dipaparkan oleh Spesialis Anak dr Elizabeth Yohmi SpA, dirangkum Okezone, Rabu (18/7/2018).

1. Ketahui berapa jumlah kebutuhan ASI si kecil

Kita tidak perlu menyediakan stok ASI perah dalam jumlah banyak. Setiap bayi baru lahir kebutuhan minum ASI itu tidak banyak. Terpenting usai minum ASI, bayi tidak rewel dan tampak riang wajahnya. Jadi Anda tidak usah khawatir akan kebutuhan ASI yang akan didapatkan si kecil selama masih bisa menyusu langsung, serta pemberian waktunya tepat.

2. Cek kondisi air kencing

Air kencing juga bisa jadi indikator bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup. Di minggu pertama bayi Anda lahir, warna air kencing akan pekat dan frekuensinya jarang. Setelah ia tumbuh dan mendapatkan ASI eksklusif, bayi sering buang air kecil, kira-kira sebanyak 5-8 kali dalam sehari. Kemudian lama-lama warnanya tambah jernih dan tidak merasa tersiksa.

3. Lihat fasesnya

Hari pertama setelah bayi lahir memang akan mengeluarkan fases hitam dan lengket. Kondisi ini wajar, karena selama di dalam kandungan bayi tidak pernah mengeluarkan fases sekalipun. Nah, di minggu-minggu berikutnya tetap perhatikan fasesnya. Biasanya bayi ASI jarang mengalami diare atau sembelit. Sebab, kandungan kolostrum dari ASI berfungsi sebagai pencahar alami yang dibutuhkan si kecil.

4. Cek berat badan sesuai kurva tumbuh kembang bayi

Setelah berhasil menyusui, berat badan bayi tentu bertambah dari saat dia lahir. Biasanya berat badan bayi dalam lima hari pertama turun, tapi tidak lebih dari 10%. Sementara dalam dua minggu selanjutnya, jika bayi mendapat ASI cukup, berat badannya bisa bertambah hingga 800 gram. Lalu, ketika bayi usianya tiga bulan pertama, beratnya akan bertambah lagi.

Tipsnya:

Kebutuhan ASI jumlahnya berdasarkan on demand ibu dan bayi. Agar produksinya terus meningkat, ibu jangan enggan memberikan ASI kepada si kecil. Lebih baik setiap dua jam sekali tawarkan bayi untuk menyusu. Meskipun dia tidur, tetap tawarkan dengan cara benar supaya dia tidak mengalami dehidrasi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini