nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hampir Separuh Orang Pernah Hidup dalam Khayalan Masa Kecil, Ini Buktinya

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 22:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 19 196 1924704 hampir-separuh-orang-pernah-hidup-dalam-khayalan-masa-kecil-ini-buktinya-lte8uUpLGj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK memang senang berkhayal, dan biasanya terbawa hingga mereka sudah tumbuh dewasa. Tapi, terkadang banyak yang menganggap bahwa kejadian yang mereka alami benar-benar terjadi, meskipun ternyata hal tersebut hanya khalayan mereka.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of London, Universitas Bradford, dan Nottingham Trent University menyebutkan 40% orang umumnya suka berkhayal dan mengenangnya hingga dewasa.

Studi tersebut mengamati 6.641 orang yang mengaku memiliki ingatan pertama dari usia dua tahun atau di bawahnya. Sebesar 893 orang juga mengaku memiliki kenangan yang ada di benaknya dari usia satu tahun atau lebih muda.

Dalam studi ini, responden diminta untuk mengingat kejadian masa kecilnya, termasuk mengingat khayalan-khayalan yang dilakukan lewat banyak hal. Tapi mereka tidak diminta untuk mengingat-ingat dari album foto keluarga, program cara televisi, cerita keluarga, atau sumber lain sesuai pengalamannya.

Baca Juga: 7 Fakta Jumat Tanggal 13, Benarkah Bawa Sial?

Rata-rata responden dalam studi itu senang berkhayal, bahkan punya teman berkhayal yang dianggap ‘mewarnai’ hidupnya.

Profesor dari University of London Martin Conway mengatakan, saat dewasa orang harus mengingat-ingat khayalan fiktif pertama kalinya. Kadang-kadang kenangan itu muncul tanpa sebab.

“Ketika orang mengingat kenangan yang jadi khayalannya di masa kecil, faktanya orang di dekatnya banyak yang tidak percaya. Tapi orang yang suka berkhayal itu malah menyangkal,” ujar Conway, dilansir Bustle, kamis (19/7/2018).

Baca Juga: Tradisi Mentato Wajah Perempuan Myanmar yang Mulai Luntur Tergerus Zaman

Meskipun kesimpulan dari penelitian ini harus diuji dalam penelitian lebih lanjut, tapi solusi awalnya belum ditemukan. Conway mengatakan, di alam bawah sadar jika manusia mengalami hal tersebut sebenarnya dianggap wajar.

Ketika itu dijadikan sebuah kenangan, otak kita hanya mengetahui cerita dasarnya saja. Padahal tidak ada perbuatan sedikitpun yang pernah dilakukan. Apalagi, anak-anak suka sekali berkhayal atau menirukan ucapan dan sikap orang lain yang langsung diikuti selama beberapa hari. Terkadang orang terdekatnya menganggapnya itu jadi hal konyol, tapi saat dewasa nanti, dia berusaha mengingatnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini