nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 15 Hal yang Terjadi pada Tubuh Usai Kematian

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 15:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 19 481 1924580 ini-15-hal-yang-terjadi-pada-tubuh-usai-kematian-c8CMV65JKM.jpg Ilustrasi (Foto: Mirror)

KETIKA jantung berhenti berdetak, seseorang mungkin akan kehilangan nyawanya. Tapi yang terjadi saat seorang menghembuskan napas terakhir tidak sesederhana itu. Melansir Mirror, Kamis (19/7/2018), inilah hal-hal yang terjadi pada tubuh bila seseorang meninggal:

 

1. Timbul genangan darah

Setelah jantung berhenti berdetak, fungsi tubuh akan mulai mati pada tingkat yang berbeda. Dengan tidak adanya pemompaan di sistem sirkulasi, darah kemudian menyumbat pembuluh darah dan arteri yang pada akhirnya menyebabkan genangan.

 

2. Tubuh mulai berubah warna

Tidak adanya aliran darah membuat tubuh memiliki dua warna yang berbeda. Hal ini disebabkan karena darah mengendap di bagian bawah tubuh karena gravitasi sehingga membuatnya tampak memar. Sedangkan bagian lain berwarna pucat karena ada sedikit hemoglobin yang terkonsentrasi dan darah terkuras jauh di tempat lain.

 (Baca Juga:5 Manfaat Mencuci Muka, dari Melancarkan Sirkulasi Darah hingga Awet Muda)

3. Terjadinya algoritma

Dikenal juga sebagai "mati dingin", algoritma adalah ketika tubuh kita kehilangan kehangatan 37°C dan perlahan-lahan beradaptasi dengan suhu ruangan. Setiap jamnya suhu tubuh rata-rata menurun hingga 0,8°C.

4. Datangnya rigor mortis

Beberapa jam setelah kematian akan terjadi rigor mortis yaitu keadaan ketika seluruh tubuh mulai menegang karena menurunnya level ATP (adenosine triphosphate). Rigor mortis dimulai dengan kelopak mata dan otot leher.

 

5. Tubuh masih bergerak

Ya, darah memang telah menggenang dan membeku saat jantung berhenti berdetak. Tetapi tubuh masih mampu berkedut dan lentur selama berjam-jam setelah kematian. Kondisi ini dikarenakan kontraksi jaringan otot ketika mati.

6. Wajah menjadi rata

Ketika otot akhirnya berhenti berkontraksi, keriput dan garis kerutan di wajah akan hilang dan membuatnya rata seperti kulit kencang kembali.

 

7. Usus mengosongkan diri

Meskipun rigor mortis dapat menyebabkan tubuh kita menjadi kaku, tapi tidak semua organ mengalaminya. Bahkan, beberapa bagian menjadi sangat longgar karena otak tidak lagi mengatur fungsi-fungsinya. Pada usus, kondisi ini membuat sisa-sisa kotoran di dalamnya keluar.

 

8. Bau busuk mulai keluar

Mayat biasanya akan menebarkan bau busuk. Hal itu terjadi ketika sel-sel tubuh yang mati melepaskan enzim yang memberitahu bakteri dan jamur lokal. Bakteri dan jamur kemudian mulai menumpuk untuk dekomposisi, melepaskan gas dan bau yang berbahaya, serta membusuk.

9. Datang binatang

Tubuh yang membusuk akan mengundang binatang seperti lalat datang. Kemudian lalat bertelur hingga menetas menjadi belatung yang mulai menggerogoti daging mati. Datang pula tungau, semut, laba-laba, dan pemakan bangkai yang lebih besar.

10. Tubuh bisa membuat suara

Walaupun sudah tidak bernyawa, tubuh masih bisa mengeluarkan suara seperti kentut, berdecit, dan mengerang karena kombinasi rigor mortis dengan nyali gas yang mensekresi.

11. Bakteri mencerna usus

Begitu sistem kekebalan menutup diri, bakteri pada dasarnya menjadi liar dan akan mencerna usus.

12. Mata dan lidah membengkak

Ketika organ tubuh membusuk dan usus menghasilkan gas, gas-gas tersebut menyebabkan mata dan lidah membengkak hingga keluar dari tempatnya.

13. Pembusukan

Pencairan organ-organ tubuh atau pembusukan terjadi ketika sel-sel terus rusak dan kohesi jaringan hilang karena protein yang membusuk.

14. Kulit mengendur

Seusai pembusukan, kulit akan menjadi kendur kemudian terlepas dari tulang dan otot.

15. Tulang belulang hancur

Puluhan tahun setelah bakteri, jamur, dan organisme lain menyingkirkan sisa tubuh, kemudian protein dalam tulang akhirnya rusak. Kondisi ini menyebabkan hidroksiapatit di mana mineral tulang berubah menjadi debu.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini