nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Rismaya Fauziah Merawat Anaknya yang Down Syndrome: "Usia 4 Bulan Sudah Saya Ajak Selfie, Sekarang Ganesh Doyan Senyum!"

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 22 Juli 2018 19:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 20 196 1925141 kisah-rismaya-fauziah-merawat-anaknya-yang-down-syndrome-usia-4-bulan-sudah-saya-ajak-selfie-sekarang-ganesh-doyan-senyum-jwNeh6cO20.jpg Rismaya Fauziah bersama anaknya Ganesh Magani (Foto: Istimewa)

MENDAPAT amanat dari Tuhan berupa anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah. Keikhlasan, ketabahan, dan penerimaan diri dengan sangat besar hati mesti jadi modal utamanya.

Seperti juga yang dilakukan seorang ibu muda Rismaya Fauziah. Mengetahui anaknya mengidap down syndrome, dia sebisa mungkin tetap merawat anaknya dengan penuh cinta kasih. Bahkan, harapan besar untuk sang anak pun yakin bisa diraih bersama.

"Nama anakku Ganesh Magani. Ya, dia memang berbeda dari anak lainnya, dia anak spesial," kalimat pertama saat Okezone menghubunginya Jumat (20/7/2018). Ibu muda yang biasa disapa Risma itu menjelaskan, bukan hal mudah memang menerima kenyataan, tapi dia yakin bahwa Tuhan percaya bahwa dia dan suami mampu menerima "hadiah" ini.

Risma menjelaskan bahwa merawat Ganesh, ya, sama seperti anak-anak lainnya. Hanya yang membedakan adalah karena proses tumbuh kembang Ganesh lebih lambat dari anak biasanya, maka ada perlakuan khusus.

"Di usia Ganesh yang sudah mau setahun, dia baru bisa duduk. Itu pun saya anggap berkah. Prosesnya panjang dan tetap saya syukuri," papar Risma.

Untuk bisa duduk, Risma ternyata melakukan terapi khusus ke Ganesh. Pada Okezone Risma menjelaskan bahwa dia melakukan terapi pijat yang dia lakukan sendiri di rumah. Ya, pijatannya seluruh tubuh dengan harapan syaraf motorik Ganesh aktif.

Ganesh

Bicara mengenai asupan makanan, Risma menceritakan bahwa Ganesh doyan makan apa saja. Hal ini membuatnya bahagia, karena tak jarang anak dengan down syndrome memiliki masalah pada nafsu makan dan kemampuan untuk menelan makanan.

Bahkan, anak dengan kebutuhan khusus ini juga biasanya mengalami masalah lain yaitu masalah tyroid. "Alhamdulillah Ganesh tyroidnya normal. Jadi, tidak ada batasan makanan yang harus dia makanan," sambungnya singkat.

Oh iya, anak dengan down syndrome juga biasanya memiliki masalah dengan lidah. Ganesh pun ternyata mengalami masalah ini. Lidahnya pendek dan lebar. Makanya, Risma pun memberikan terapi wicara untuk anaknya tersebut.

"Perlu disadari juga oleh semua orangtua, terapi wicara ini bukan sekadar terapi untuk membantu si anak menelan makanan. Tapi juga membantunya dalam melafalkan kalimat dengan baik, karena itu merangsang maju mundurnya lidah. Lalu, terapi wicara juga merangsang bagian rahang, yang mana itu semua berkaitan dengan kemampuan menguyah, menelan, dan proses bicara si anak," papar Risma.

Ganesh

Hal lain yang membuat dirinya bangga pada Ganesh adalah, respon tubuh puteranya itu berjalan sangat baik. "Alhamdulillah, Ganesh itu responnya bagus banget. Mulai dari gesture tubuh sampai dengan ucapan. Ya, walau pun kata yang baru dia bisa ucapkan sebatas "papa" "baba" tapi itu suatu kemajuan yang perlu diapresiasi," ungkapnya bahagia.

Apalagi, sambung Risma, Ganesh itu ternyata sangat suka senyum. "Kalau Anda mau tahu, saya sudah mengajak Ganesh selfie itu sejak usianya 4 bulan dan ternyata itu memberi dampak positif. Jadi, setiap saya pegang hp dan Ganesh melihatnya, dia pasti langsung senyum. Wah, banci kamera banget itu anak," celoteh Risma lantas tertawa.

Sebagai tambahan, ada kebiasaan yang mungkin bisa dicontoh orangtua dengan anak down syndrome lainnya. Risma mengungkapkan, ada kebiasaan positif yang dia dan suami lakukan di pagi hari saat mereka membuka mata. "Sudah sejak dari dulu, saat bangun tidur aku dan suami pasti mencium Ganesh dan itu kami lakukan sampai sekarang," kata dia.

Begitu juga dengan kebiasaan sebelum bobo. Karena Ganesh bukan anak yang mesti dikelonin biar bobo, sebatas memberinya susu dan melihat dia sudah ngempengin jari, sudah pasti Ganesh akan tidur. "Kalau sudah begitu, saya paling mencium pipinya dan mengusap rambutnya, dan menepuk-nepuk punggungnya biar bantu Ganesh cepet bobo," ucapnya.

Risma menambahkan, dirinya berpesan pada semua orangtua dengan anak berkebutuhan khusus bahwa kita semua harus percaya. "Awalnya memang nggak mudah untuk menerima semuanya tapi sekali lagi kita harus percaya bahwa kita mampu merawat anak spesial kita dan percaya bahwa anak-anak spesial kita adalah anak yang hebat! Fyi, mereka punya senyuman paling tulus di dunia," papar dia bahagia.

Ganesh

Sedikit flashback, Risma menjelaskan bahwa saat persalinan Ganesh terjadi, sang dokter yang menanganinya meminta untuk bertemu dengan suaminya. Setelah terjadi obrolan serius, sang suami langsung menghampiri Risma dan menjelaskan semuanya.

"Tentu ada momen sedih dan nangis berminggu-minggu. Tapi, saya bangkit, karena nggak mau Ganesh tertinggal tumbuh kembangnya dari anak-anak lain dan saya yakin bahwa Tuhan memberikan Ganesh dengan tujuan tertentu dan merasa aku dan suami mampu menjaga dan merawatnya. Itu yang kemudian bikin aku kuat sampai sekarang," paparnya sedikit haru.

Bagimana dengan kondisi fisik Ganesh saat lahir?

Ganesh lahir dengan kondisi mata kecil dengan jarak yang jauh. Lalu, kelingkingnya pendek, sedikit bengkok, dan memiliki 2 ruas. Kemudian, dokter juga menjelaskan ada perbedaan puting pada Ganesh, jaraknya jauh.

Lebih lanjut, untuk bagian organ dalam, ternyata jantung Ganesh punya 3 titik kebocoran dan itu juga yang menjadi penghambat tumbuh kembang Ganesh. "Untuk memastikan anak saya benar down syndrome, saya mendatangi dua dokter berbeda untuk hasil yang akurat dan ternyata benar, Ganesh anak spesial," ucap Risma.

Setelah itu, Risma dan suami pun berjanji untuk merawat Ganesh semaksimal mungkin dan berharap anak pertamanya itu bisa menjadi anak yang paling bahagia. Amin.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini