nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Anak Berkebutuhan Khusus? Orangtua Perlu Lakukan Ini agar Anak Tumbuh Optimal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 22 Juli 2018 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 20 196 1925166 punya-anak-berkebutuhan-khusus-orangtua-perlu-lakukan-ini-agar-anak-tumbuh-optimal-AtZSQAisLb.jpeg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

TIDAK ada yang bisa melawan takdir. Jika Tuhan telah menghendaki Anda menjaga anak dengan kebutuhan khusus, maka sebagai orangtua, Anda wajib merawatnya sama seperti anak-anak yang lainnya.

Bukan perkara mudah memang bisa menerima keadaan si anak. Tapi, dengan keikhlasan diri dan juga percaya bahwa Tuhan punya rencana lain, Anda akan berlaku adil pada si anak. Ingat, dia juga manusia.

Nah, masalahnya sekarang, banyak juga orangtua yang sulit merawat anak berkebutuhan khusus. Mereka tidak memiliki bekal sebelumnya dan itu yang membuat banyak orangtua stres menghadapi si anak.

Berpacu pada Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping (Orangtua, Keluarga, dan Masyarakat) yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, berikut ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan orangtua pada anak berkebutuhan khusus

Sebelumnya, Okezone hanya akan fokus pada 3 kelompok anak berkebutuhan khusus, yaitu anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, anak dengan gangguan spektrum austima, dan anak lamban belajar

So, dimulai dari anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif

Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif :

- Inatensi atau kesulitan memusatkan perhatian, seperti tidak mau mendengar, gagal menuntaskan tugas-tugas, sering menghilangkan benda-benda, tidak dapat berkonsentrasi, perhatiannya mudah terganggu, suka melamun, pendiam, harus diingatkan dan diarahkan terus-menerus.

- Impulsif atau kesulitan menahan keinginan, seperti terburu-buru saat mendekati sesuatu, tidak teliti, berani mengambil risiko, mengambil kesempatan tanpa pikir panjang, sering mengalami celaka atau luka, tidak sabar, dan suka interupsi.

- Hiperaktif atau kesulitan mengendalikan gerakan, seperti sangat sulit istirahat, tidak dapat duduk lama, bicara berlebihan, menggerakkan jari-jari tak bertujuan (usil), selalu bergerak ingin pergi atau meninggalkan tempat, mudah terpancing, dan banyak berganti-ganti posisi/gerakan.

Anak hiperaktif

Nah, apa yang perlu dilakukan orangtua atau keluarga bila anak menunjukkan ciri-ciri atau tanda-tanda di atas?

a. Membawa anak ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk diperiksa tenaga medis.

b. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan dari tenaga medis dengan mengikuti petunjuk dan saran yang diberikan.

c. Memasukkan anak ke sekolah yang sesuai dan kembangkan potensi yang dimiliki anak.

d. Pemakaian obat tidak menjadi satu-satunya cara penanganan, bisa menggunakan pendekatan kejiwaan dalam upaya perbaikan kondisi anak.

e. Membangun suasana emosi positif dalam mendampingi anak, sehingga secara psikologis anak merasa dirinya lebih diterima.

f. Memberi perhatian positif dan mengajak anak berperilaku baik.

g. Memberi perintah yang efektif dan langsung ke tujuan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini