nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Langkah agar Tidak Jadi Orang yang Mudah Baper

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Sabtu 21 Juli 2018 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 21 196 1925440 8-langkah-agar-tidak-jadi-orang-yang-mudah-baper-z3dwrMlcmS.jpg Kiat tidak mudah baper (Foto:Today)

GENERASI milenial saat ini diuntungkan dengan banyaknya kemudahan, baik dari teknologi hingga pemilihan karier. Salah satunya, bermunculannya perusahaan rintisan atau dikenal dengan startup .

Tumbuhnya perusahaan baru berbasis teknologi ini secara tidak langsung memengaruhi persaingan dengan perusahaan besar dan mapan atau korporasi. Meski begitu, untuk dapat meniti karier di dua jenis perusahaan tersebut, perlu bekal yang mumpuni.

Lalu, kemampuan atau skill seperti apa yang harus dipersiapkan generasi zaman now untuk sukses? Berikut hasil rangkuman GEN SINDO.

 BACA JUGA:

Sederet Keuntungan Ikut PAUD Sejak Balita, Pasti Bikin Takjub Orangtua

- Kenali Diri

Menurut Mehran Ilma, 23, Marketing Comunity and Event Ekrut, startup yang bekerja di bidang human resources , pertama adalah kenali diri dulu, mana perusahaan yang bisa mewujudkan visi-misi kita. "Apakah budaya kerja di perusahaan, baik korporasi ataupun startup, membuat kita nyaman dan berkembang atau nggak," ungkapnya.

 

- Percaya Diri

Percaya diri menjadi modal utama yang harus dipersiapkan saat melangkah ke dunia profesional. Jadi nggak usah ragu, apalagi minder, cukup percaya dengan kemampuan yang kita miliki. Seperti Markus Sitorus, consultant division salah satu BUMN Indonesia bidang pembiayaan infrastruktur, yang pede menapakkan kariernya di perusahaan besar.

- Pengalaman

Pengalaman memang menjadi salah satu hal yang diperhitungkan perusahaan dalam mencari karyawannya. Biasanya sebuah perusahaan lebih mengutamakan calon karyawan yang berpengalaman dan ahli di bidangnya untuk direkrut. "Biasanya perusahaan yang ruang lingkupnya lebih besar, seperti korporasi, agak berisiko dalam mempekerjakan fresh graduate . Seperti di kantorku sekarang yang bergerak di bidang pembiayaan dan pengembangan infrastruktur, lebih memprioritaskan mereka yang sudah expert untuk mencapai target perusahaan," tutur Markus.

- Sesuai dengan Passion

Pekerjaan akan menjadi ringan dan mudah dijalani jika sesuai passion. Jangan sampai pekerjaan malah menjadi beban dan merugikan perusahaan. "Kalau punya passion dan visi ke depan, kita nggak akan cemburu sama kesuksesan orang lain," cetus Mehran.

 

- Multitasking

Kemampuan ini sangat dibutuhkan kalau kamu melamar kerja di perusahaan startup , tapi akan menjadi poin plus saat kamu melamar di perusahaan korporat. Sebab, biasanya perusahaan startup memiliki keterbatasan, baik dalam sumber daya manusia maupun fasilitas. Makanya, kemampuan multitasking sangat dibutuhkan perusahaan. "Selain ahli di bidangnya, pelamar juga harus bisa multitasking , soalnya itu dibutuhin banget, " ujar Suci Cahyani, 21, copywriter di Avancera Digicore Mobile.

- Mau Belajar

Jangan pernah bosan untuk belajar. Tidak usah minder atau merasa kemampuan kamu masih di bawah rata-rata. Di perusahaan startup , kamu bisa learning by doing, kok . Sementara untuk kamu yang merasa sudah memiliki kemampuan serta pengalaman yang cukup, jangan pernah tinggi hati, tetap harus mau belajar dan mengeksplor diri.

 BACA JUGA:

5 Anak Ini Mendadak Viral di Media Sosial, Ada yang Bisa Masuk ke Alam Bawah Sadar Anda!

- Bertanggung Jawab

Tanggung jawab menjadi poin plus bagi karyawan yang bekerja di perusahaan korporat maupun startup . Perusahaan juga biasanya akan mengecek track record kamu kalau kamu ketahuan keluar dari pekerjaan sebelumnya karena tidak disiplin dan bertanggung jawab, tinggal say good bye aja deh sama perusahaan yang ingin kamu lamar.

 

- Profesionalitas

Baik di perusahaan korporat maupun startup , kamu harus menjunjung tinggi profesionalitas. Caranya tidak sulit. "Kita bisa belajar bersikap profesional dari sesuatu yang sederhana, misalnya nggak baperan ," kata Mehran. Kita harus bisa membedakan antara urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Jadi, nggak ada lagi deh tuh yang namanya baper-baperan di kantor," sebutnya. (Indah Permatasari)

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini