nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapan Model Drone Parenting Bisa Diterapkan pada Anak?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 20:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 23 196 1926170 kapan-model-drone-parenting-bisa-diterapkan-pada-anak-b2na0dJQOc.jpg Orangtua (Steinhardt)

POLA asuh orangtua kepada anak tentu mengalami perbedaan seiring terjadinya perubahan zaman. Bila zaman dahulu dikenal istilah helicopter parenting, sekarang ini yang cukup populer adalah drone parenting. Pola pengasuhan ini mulai diterapkan oleh orangtua dari generasi milenial.

Pada model helicopter parenting, orangtua akan mengontrol tindakan anak dengan ekstra ketat sehingga anak selalu di bawah kendali orangtua. Sedangkan pada model drone parenting, orangtua lebih membebaskan tindakan anak dan hanya mengontrolnya dari jauh kemudian baru datang bila anak mengalami masalah. Pola pengasuhan ini dikatakan membuat anak zaman sekarang menjadi lebih ekspresif.

 Baca juga: 6 Orang Ini Punya Bagian Tubuh Tambahan, dari 2 Muka hingga 16 Jari Kaki

Pola Asuh

Walau begitu, drone parenting tetap memiliki sisi positif dan negatif. Menurut psikolog Ayoe Sutomo, pola pengasuhan ini perlu diterapkan sesuai dengan tahapan usia anak. Tidak bisa serta merta diterapkan sedari anak kecil. "Pada anak usia TK, orangtua tidak mungkin hanya melihat dari jauh karena orangtua bertugas sebagai comforter. Anak harus dibuat menjadi nyaman dulu dengan dunia untuk bereksplorasi," terangnya saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon belum lama ini.

Apabila sejak kecil anak mulai 'dilepas' padahal belum merasa nyaman, menurut Ayoe hal ini dapat membuat anak menjadi takut bila menemukan sesuatu yang asing baginya. Selanjutnya, di usia SD orangtua mulai bisa mengurangi perannya sebagai comforter. Anak sudah bisa diajak berdiskusi untuk membuat pilihan. "Di masa ini, kemampuan anak untuk mengambil keputusan sudah mulai bisa dilatih," imbuhnya.

Pola Asuh

 Baca juga: Viral Aksi Pedangdut di Acara Nikahan, Beringas Banget!

Ketika anak memasuki usia remaja yaitu SMP, anak bisa diajak berdiskusi untuk menemukan keputusannya. Di masa ini tetap perlu ada pendampingan dari orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai yang baik. Sehingga nantinya anak tidak salah mengambil keputusan.

"Kalau orangtua tidak hadir, anak bisa jadi tidak terbiasa memilih yang baik atau akan mengalami kebingungan karena kapasitasnya untuk memilih belum terpenuhi," ucap Ayoe. Dirinya mengatakan bila drone parenting cocok untuk anak yang usianya sudah lebih besar.

 Baca juga: Pengusaha Tajir Ini Bangkrut Akibat Tipu Daya Kecantikan Pacarnya, Kisahnya Miris Banget!

"Saya tidak merekomendasikan melepas (anak) sepenuhnya karena pada intinya dia harus memiliki ketiga nilai yaitu dunia merupakan tempat yang nyaman, belajar memilih nilai-nilai yang baik, serta fase memilih dengan baik dan membuat keputusan sudah terpenuhi. Jangan (anak) dilepas mendadak tanpa dibekali karena anak (akan) kehilangan pegangan," pungkas Ayoe.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini