nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlu Gebrakan untuk Hempaskan Stunting

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 12:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 23 481 1925993 perlu-gebrakan-untuk-hempaskan-stunting-VzeN4vGkrz.jpg Ilustrasi (Foto: Bellybelly)

SATU dari tiga anak di Indonesia saat ini teridentifikasi kerdil atau stunting akibat kekurangan gizi kronik.

Hasil pemantauan status gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi kasus kekerdilan bayi di bawah lima tahun secara keseluruhan di Indonesia 29,6 persen. Persentase prevalensi balita kerdil tersebut benar-benar mengancam sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa datang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan hasil studi dari Bank Dunia mengungkapkan potensi kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh kekerdilan mencapai dua-tiga persen Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya. Artinya, jika PDB Indonesia mencapai Rp 13.588,8 triliun pada 2017, kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh kekerdilan bisa mencapai Rp 400 triliun per tahun.

Sebaliknya, intervensi penurunan stunting akan membawa keuntungan ekonomi sebesar 48 kali lipat dari setiap investasi yang dikeluarkan. Oleh karena itu, permasalahan kekerdilan di Indonesia tidak bisa ditangani sendiri-sendiri melainkan memerlukan gotong royong dari semua pihak. Intervensi penanganan kekerdilan secara lintassektor melalui kementerian dan lembaga yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mulai dari penyediaan akses air bersih, fasilitas kesehatan, ketahanan pangan, akses pada pangan bergizi, hingga intervensi langsung di bidang kesehatan. Namun perlu gebrakan dalam pelayanan dan fasilitas melalui beragam inovasi untuk mengubah perilaku masyarakat Indonesia.

(Baca Juga: Jangan Sepelekan Kesepian, Dampaknya Mematikan)

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, hanya 20 persen masyarakat Indonesia yang sadar akan kesehatan. Perlu adanya dorongan 1001 macam cara agar masyarakat Indonesia memiliki kepedulian akan kesehatannya.

Menkes Nila memuji langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan membuat berbagai inovasi kebijakan yang bisa mengubah perilaku masyarakatnya lebih sadar kesehatan. Misalnya, Pemprov Gorontalo melalui Tim Penggerak PKK mengadakan program Fish To School; yakni sosialisasi tentang pentingnya makan ikan bagi anak-anak sekolah.

Selain itu diadakan bazaar murah agar masyarakat mau mengonsumsi ikan. Pemerintah provinsi juga mengadakan kurir yang disertai kotak pendingin untuk memasarkan ikan ke daerah-daerah yang tak terjangkau penjualan ikan laut.

(Baca Juga: 6 Orang Ini Punya Bagian Tubuh Tambahan, dari 2 Muka hingga 16 Jari Kaki)

Demi pengendalian penyakit dan penurunan angka kematian ibu dan bayi, Kota Gorontalo menyelenggarakan program Tancap (Tanda Aman Calon Pengantin) Nikah, yaitu kewajiban pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sebelum menikah. Mereka akan diperiksa kesehatan melalui laboratorium, gula darah, HIV, sipilis, dan diimunisasi TT untuk pencegahan penyakit tetanus.

Selain itu ada pula program Syiar Germas di Kabupaten Gorontalo. Yaitu program pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi masyarakat yang dilakukan sebelum atau selepas shalat Jumat di masjid.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini