nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Medis Dibalik Tidak Boleh Tidur saat Pesawat Lepas Landas & Mendarat

Agregasi Grivy.com, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 19:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 23 481 1926187 alasan-medis-dibalik-tidak-boleh-tidur-saat-pesawat-lepas-landas-mendarat-zqukqIiIaF.jpg Tidur dalam penerbangan (Foto:Express)

SAAT melakukan perjalanan dengan pesawat terbang tentu Anda terbiasa dengan himbauan awak kabin agar Anda terjaga atau tidak tidur terketika pesawat hendak mendarat atau tinggal landas.

Ternyata, permintaan tersebut beralasan, lho. Salah satunya, demi kesehatan telinga Anda.

Tidur selama perjalanan memang merupakan hal yang lumrah. Entah karena mengantuk sungguhan, membuang rasa bosan akibat lamanya durasi, atau justru mencegah mabuk, hingga mengatasi fobia perjalanan. Namun, jangan sampai tertidur saat pesawat lepas landas atau mendarat, ya.

Pasalnya, hal ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kerusakan serius pada telinga. Salah satu alasannya, terdapat perubahan tekanan udara yang sangat cepat dalam kabin--terlebih ketika pendaratan atau lepas landas. Nah, jika dalam waktu tersebut Anda tertidur, secara tidak langsung, telinga akan menerima tekanan udara yang berubah dengan cepat.

(Baca Juga: 6 Orang Ini Punya Bagian Tubuh Tambahan, dari 2 Muka hingga 16 Jari Kaki)

(Baca Juga: Jangan Sepelekan Kesepian, Dampaknya Mematikan)

“Perubahan ketinggian posisi pesawat secara cepat akan berpengaruh pada tekanan udara di telinga. Hal ini akan mengakibatkan kondisi vakum pada buluh eustachius yang membuat telinga terasa seperti tersumbat,” ungkap Angel Chalmers, seorang ahli medis.

Masalahnya, ketika tidur, otot-otot yang seharusnya relaks jadi tidak dapat bekerja secara maksimal. Berbeda halnya ketika Anda dalam posisi sadar atau terjaga. Secara alami, tubuh akan memberikan repons untuk menyeimbangkan tekanan pada gendang telinga. Akibatnya pun beragam. Mulai dari rasa pusing, infeksi telinga, pendarahan hidung, kerusakan gendang telinga, hingga gangguan pendengaran.

Di sisi lain ada beberapa cara untuk menghindari kondisi telinga tersumbat saat penerbangan. Ini meliputi mengunyah permen karet, minum air putih, atau mengisap lolipop. Adapun gerakan menelan atau menguap, akan membantu membuka tabung eustachius, sehingga udara akan mengalir masuk atau keluar dari telinga tengah. Cara ini akan membantu menyeimbangkan tekanan di kedua sisi gendang telinga.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini