nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asupan Gizi dan Pola Asuh yang Baik untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 24 Juli 2018 13:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 24 481 1926500 asupan-gizi-dan-pola-asuh-yang-baik-untuk-tumbuh-kembang-si-kecil-PS2kUGoO4H.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

MENJADI orangtua mesti mengerti dan memperhatikan kebutuhan anak sejak dari dalam kandungan. Segala aspek mulai dari makanan hingga kasih sayang harus dipenuhi orangtua pada anaknya.

Dalam memberi makan pun sebaiknya orangtua memperhatikan gizi seimbang dalam makanan yang diberikan. Komposisi makanan harus sesuai dengan kebutuhan gizi dan usia anak.

"Setiap makan satu piring, makanan pokoknya jangan kebanyakan, jangan kebanyakan nasi, lauk pauk bergizi seimbang, dan buahnya seperempat bagian. Buah dan sayuran lebih banyak, lauknya jangan sedikit," jelas Prof. DR. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2018 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

BACA JUGA:

David Beckham Akan Jadi Host Acara Masak di TV Amerika

Lebih lanjut, Soedjatmiko menuturkan untuk anak yang masih berusia 0 hingga enam bulan lebih baik diberi ASI. Pasalnya, ASI adalah makanan pertama dan utama anak dan dapat membentuk struktur otak, karena dibangun dari gizi seimbang.

Selain ASI, orangtua pun perlu melakukan imunisasi rutin dan sesuai dengan tingkatan usia anak. Namun, oleh karena banyak kabar simpang siur yang tidak benar atau hoax, orangtua akhirnya tidak mempercayai manfaat imunisasi.

 

"Ada orangtua yang tidak mau mengimunisasi anaknya, padahal semua negara pun melakukan imunisasi. Namun, adanya hoaks yang beredar dan hanya pendapat perorangan, imunisasi jadi dianggap berbahaya," imbuhnya.

Tidak cukup sampai di situ saja, kecerdasan anak pun bisa terbentuk dari hal yang mereka lihat dan dengar sehari-hari. Untuk itu, bagi orangtua penting untuk selalu melakukan segala kegiatannya dengan baik, jangan sampai tanpa sadar justru mencontohkan hal yang buruk pada anak.

"Anak belajar dengan meniru dan melihat, mereka meniru karena melihat. Jangan berikan contoh buruk, berikan stimulasi yang baik demi pertumbuhan dan perkembangannya," tutur Soedjatmiko.

Bagi orangtua yang memilih gawai atau ponsel pintar untuk mengajarkan anaknya hal baru, tetap mesti memperhatikan beberapa hal terkait hal tersebut. Jangan sampai interaksi antara anak dan orangtua jadi berkurang akibat gawai.

"Yang benar adalah hp dipegang orangtua bersama-sama dengan anak, berinteraksi antara anak dengan orangtua, jadi anak bisa belajar sambil bermain. Jadi, hp yang benar dipegang orangtua dan dimainkan tidak lebih dari satu jam perhari," tegasnya.

 

Soedjatmiko mengungkap, pada usia dua tahun pertama anak mulai banyak melihat, mendengar, dan meniru orangtuanya, yang bisa menentukan perilaku dasarnya hingga dewasa kelak. Bagi orangtua yang belum memahami sepenuhnya terkait dengan pola asuh, Soedjatmiko menyarankan untuk membaca buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Di buku KIA ada contoh mengajak anak bermain, belajar untuk mengembangkan kemampuan motorik dan kecerdasan otak sesuai dengan umurnya. Misalnya, meskipun baru umur 2-3 tahun sudah diajarkan makan sendiri atau membersihkan meja, jadi pada saat dewasa sudah terbiasa.

Dengan buku kia orangtua di rumah pun bisa melakukan cek perkembangan anak, agar perkembangan dan kemampuan anak sesuai dengan usianya, jika tidak sesuai maka konsultasikan dengan dokter anak.

 BACA JUGA:

Anak Mulai Suka Memukul? Moms, Ini Cara Menghadapinya

"Sekali lagi orangtua mesti perhatikan gizi seimbang mampu membuat anak jadi genius. Stimulasi tiap hari ada di buku KIA tiap kelompok umur ada. Orangtua harus kurangi hp, lebih banyak interaksi dengan anak, anak jangan dikasih hp, jangan kebanyakan nonton tv, dan lebih baik pakai satu bahasa," tandasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini