nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Penyebab Sakit Pinggang dan Macam-Macam Obatnya

krjogja.com, Jurnalis · Selasa 24 Juli 2018 12:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 24 481 1926509 mengenal-penyebab-sakit-pinggang-dan-macam-macam-obatnya-MeAiTlUgS6.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SAKIT pinggang adalah penyakit yang sering dialami banyak orang. Bahkan, hampir semua orang pernah mengalami sakit pinggang sekali seumur hidupnya. Tergantung penyebabnya, rasa sakit yang ditimbulkan dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Ada yang ringan dan berlangsung sebentar, ada pula yang parah hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Dengan mengetahui obat sakit pinggang alami maupun dengan resep dokter, Anda dapat meringankan serta mengendalikan gejala yang ada.

BACA JUGA: Tak Boleh Gunakan Toilet, Wanita Ini Malah Kencing di Lantai Pesawat, Simak Videonya yang Jadi Viral!

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit pinggang. Namun penyebab sakit pinggang yang sering terjadi adalah karena otot atau ligamen terkilir akibat meregang berlebihan.

 Ilustrasi, Shutterstock

Kondisi ini biasanya disebabkan karena Anda mengangkat benda berat dengan posisi tubuh yang tidak tepat, memutar tubuh, punya postur tubuh yang buruk dan tak diatasi, hingga cedera olahraga. Otot yang terkilir dapat terjadi secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara perlahan karena gerakan yang berulang.

Selain itu, kelainan bawaan pada tulang belakang serta kondisi medis tertentu seperti saraf kejepit, radang sendi panggul, osteoporosis, stenosis tulang belakang, spondilolistesis serta obesitas juga bisa jadi penyebab sakit pinggang.

Jika Anda mengalami sakit pinggang yang diakibatkan karena cedera ketika kecelakaan kendaraan, olahraga, ataupun jatuh dari ketinggian, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat sakit pinggang yang sesuai dengan kondisi Anda.

Obat sakit pinggang dengan resep dokter

Dokter Anda bisanya akan meresepkan obat sakit pinggang bersamaan dengan terapi fisik atau perawatan lain. Berbagai pengobatan ini umumnya hanya untuk mengurangi rasa sakit, bukan menghilangkan sumber nyeri yang mendasarinya. Berikut ini beberapa obat sakit pinggang yang sering diresepkan dokter:

1. Obat pereda nyeri

Obat-obatan NSAID, seperti ibuprofen atau natrium naproksen dapat meredakan nyeri pinggang akut. Beberapa obat-obatan pereda nyeri dapat Anda temukan dengan mudah di toko obat tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan. Menggunakan obat pereda nyeri secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang serius. Jika obat pereda nyeri tanpa resep tidak juga menghilangkan rasa sakit Anda, dokter mungkin akan memberikan obat pereda resep dengan dosis yang lebih tinggi.

Ilustrasi, ShutterstockFoto: Shutterstock

2. Penghilang rasa sakit topikal

Jika sakit pinggang Anda tergolong ringan, menggunakan obat penghilang rasa sakit topikal mungkin bisa membantu. Anda dapat menempelkan koyo atau mengoleskan salep pada daerah yang terasa nyeri. Obat penghilang rasa sakit jenis ini bisa dengan mudah Anda temukan di warung atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter.

3. Relaksan otot

Dokter juga mungkin akan meresepkan relaksan otot sebagai obat sakit pinggang jika kondisi Anda tidak membaik. Relaksan otot biasanya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk sakit punggung yang berhubungan dengan kejang otot. Obat ini bekerja terpusat pada ota untuk memberitahu otak Anda agar mengendurkan otot-otot yang kaku. Beberapa obat relaksan otot yang umum termasuk baclofen, cyclobenzaprine(Flexeril ®), carisoprodol (Soma®) dan eperison (Myonal ®).

Sayangnya, obat relaksan otot dapat membuat Anda pusing dan mengantuk. Jadi, pastikan Anda tidak berkendara atau menjalankan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi setelah mengonsumsi obat ini.

4. Antidepresan

Antidepresan biasanya digunakan untuk mengobati depresi. Meski begitu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati sakit dengan mengubah senyawa kimia dalam otak, khususnya serotonin dan norepinefrin. Senyawa kimia otak ini telah terbukti mempengaruhi reseptor nyeri serta reseptor mood. Orang dengan kondisi nyeri kronis yang tidak merespon pengobatan lain dapat menggunakan obat ini untuk mengontrol rasa sakit.

5. Suntik kortison

Ilustrasi, ShutterstockFoto: Shutterstock

Jika berbagai obat sakit pinggang yang sudah disebutkan di atas tidak juga membuat kondisi Anda membaik, dokter mungkin akan melakukan suntik kortison di sekitar sumsum tulang belakang Anda. Suntik kortison membantu mengurangi peradangan sementara di sekitar akar saraf.

BACA JUGA: David Beckham Akan Jadi Host Acara Masak di TV Amerika

6. Opioid

Opioid penghilang rasa sakit lebih kuat yang umumnya digunakan untuk nyeri yang lebih parah. Obat ini memerlukan resep dari dokter dan pemantauan berkala. Opoid bekerja dengan menghalangi reseptor rasa sakit di otak. Hal ini juga dapat mempengaruhi detak jantung dan pernafasan. Beberapa contoh opioid antara lain morfin, fentanyl, oksikodon, dan kodein. Ketergantungan obat dapat berkembang jika Anda mengambil opioid secara teratur selama jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, bicaralah dengan dokter Anda tentang bagaimana Anda dapat mencegah hal ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini