nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ajarkan Anak Berjalan dengan Baby Walker Itu Salah! Simak Penjelasan Ahli

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 24 Juli 2018 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 24 481 1926681 ajarkan-anak-berjalan-dengan-baby-walker-itu-salah-simak-penjelasan-ahli-wWAh5JKtlY.jpg Ilustrasi (Foto: Womensedge)

SALAH satu tahap perkembangan pada bayi ketika memasuki usia yang lebih besar adalah berjalan. Selambat-lambatnya, bayi harus sudah bisa berjalan pada usia 18 bulan. Sebelum berjalan, bayi akan belajar berdiri sendiri kemudian mulai merambat.

Setelah itu, bayi bisa mulai diajarkan untuk berjalan dengan cara dititah yaitu orang dewasa membantu memegangkan tangannya agar seimbang. Namun beberapa orangtua ada yang memilih menggunakan benda tertentu untuk membantu bayinya berjalan seperti baby walker. Biasanya benda ini memiliki penopang di bagian bokong bayi untuk mencegahnya terjatuh ketika berjalan.

Tapi tahukah Anda, bahwa penggunaan baby walker tidak disarankan sama sekali. Bahkan American Academy of Pediatrics juga mengeluarkan pernyataan terkait hal ini. Menurut dokter spesialis anak, dr Eva Devita, Sp.A (K), ada beberapa faktor yang membuat penggunaan baby walker harus dihindari oleh orangtua.

Dari segi medis, faktor pertama adalah benda ini sangat tidak aman untuk bayi. "Anak bisa bergerak dengan bebas tanpa mengendalikan kecepatannya," jelas dr Eva saat ditemui dalam sebuah acara, Senin, 23 Juli 2018 di kawasan Jakarta Barat. Kemudian faktor kedua adalah dari segi pola berjalan bayi. Mereka yang belajar berjalan dengan baby walker polanya berbeda. "Anak mungkin akan lebih sering menggeser atau mengayuh, bukan berjalan," jelasnya lagi.

baby walker

Kedua faktor tersebut tentu harus menjadi perhatian orangtua sebelum menggunakan baby walker sebagai sarana pembelajaran bayinya berjalan. Sebab salah-salah, bayinya malah bisa berjalan dengan tidak sempurna. Selain itu, berjalan dengan baby walker juga membawa masalah psikologis bayi.

"Kalau dari sisi psikologisnya anak itu kan tidak belajar risiko berjalan. Kalau dia jatuh atau tersandung, baby walker bisa menahannya. Jadi dia tidak belajar rasanya berjalan menggunakan kedua kakinya untuk menopang tubuh," ungkap psikolog Annelia Sari Sanu, S. Psi saat ditemui dalam acara yang sama.

Lantas bagaimana cara terbaik untuk mengajarkan bayi berjalan? "Lebih disarankan dititah atau dia mendorong benda karena gerakannya melangkah ke depan," pungkas dr Eva.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini