nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Desainer AS Ciptakan Rok untuk Pria, Seperti Ini Wujudnya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 25 194 1927138 desainer-as-ciptakan-rok-untuk-pria-seperti-ini-wujudnya-24xafhNpvj.jpg Rok untuk pria (Foto:Odditycentral)

ROK kadung dianggap sebagai fashion item yang identik dengan wanita. Namun, apa jadinya kalau rok dipakai oleh pria? Ternyata rok juga dipakai oleh kaum adam, seperti dalam busana tradisional Skotlandia yang dikenal dengan nama kilt.

Ide sederhana untuk menjadikan rok tidak identik dengan wanita melintas di kepala Joe Quarion. Desainer asal Minnesota, Amerika Serikat (AS), itu pertama kali memakai rok pada 2013 untuk pertandingan Frisbee. Dalam pertandingan tersebut, kapten tim wajib memilihkan busana yang dipakai rekan-rekannya, entah itu dress atau rok.

 BACA JUGA

Gemar Makan Ikan Laut, Ini 7 Kebaikan yang Bakal Kamu Dapat

 

 SBY-Prabowo Bertemu, Dresscode Batik Jawa Tengahan Jadi Sorotan

Joe memakai rok yang dibelinya dari toko barang bekas Savers untuk mengikuti pertandingan. Pengalaman tersebut seharusnya terasa cukup aneh, tetapi Joe Quarion justru merasa nyaman hingga tumbuh rasa suka terhadap rok. Ia pun mulai bertanya-tanya mengapa rok tidak populer di kalangan pria.

Dihinggapi penasaran, Joe mulai melakukan penelitian. Ia kemudian tahu bahwa rok adalah pakaian unisex alias bisa dipakai perempuan dan laki-laki, hingga setidaknya abad pertama Masehi. Ketika itu, celana dipakai pria karena dinilai lebih praktis bagi para tentara yang duduk di punggung kuda.

Berkembang pesatnya industri otomotif tak lantas membuat rok dilirik kembali oleh pria. Joe berpikir hal tersebut disebabkan karena rok selama ini secara eksklusif diidentikkan dengan wanita sehingga sulit diadopsi kembali oleh pria.

“Rok saat ini terlalu bias gender. Rok benar-benar dipakai sebagai simbol wanita di pintu toilet,” ujar Joe Quarion, mengutip dari Oddity Central, Rabu (25/7/2018).

Rasa nyaman itu membuatnya ingin terus memakai rok, tetapi sulit menemukan yang cocok dengannya. Akhirnya, Joe justru mencoba menghidupkan kembali pemakaian rok dengan merancang khusus untuk pria. Setelah melalui 20 kali percobaan gagal, ia berhasil meluncurkan Unaligned Skirt, rok modern yang terbuat dari kain tebal dan menampilkan kantong dan lingkar ikat pinggang.

Setelah mendapatkan reaksi positif dalam unggahan di media sosial, Joe percaya bahwa rok tersebut cukup laris untuk dijual. Pada 2015, ia membentuk crowdfunding guna memulai lini busana Kickstarter dengan target menghimpun dana USD11.500. Ternyata sumbangan dana yang diperoleh mencapai USD16 ribu sehingga ia dengan percaya diri mendirikan perusahaan bernama Skirtcraft.

 

Hingga saat ini, perusahaan tersebut berhasil menjual sekira 450 rok yang unik di mana sebagian besar benar-benar cocok dipakai pria. Inisiatif yang dilakukannya mungkin masih kecil, tetapi para kliennya sangat setia dan puas karena bisa membeli rok baru, bukan lewat situs jual beli barang second seperti selama ini.

“Orang-orang terkadang terpana melihat seorang pria berjalan mengenakan rok. Tetapi hingga saat ini belum ada yang berkata buruk tentang itu. Saya cukup percaya diri benda ini punya masa depan cerah. Dengan pertimbangan fashion dan budaya, kami bergerak menuju orang-orang yang tidak ingin dibatasi (cara berpakaiannya),” tutup Joe Quarion.

 

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini