nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lengan Anak Keterbelakangan Mental Ditato Nomor Telefon Rumah, Keluarganya Panen Hujatan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 25 196 1927183 lengan-anak-keterbelakangan-mental-ditato-nomor-telefon-rumah-keluarganya-panen-hujatan-OJOAUp0JvO.jpg Tato nomor telefon seorang anak di China (Foto: Odditycentral)

BERMAKSUD baik agar mudah dihubungi dalam keadaan darurat, satu keluarga di China malah ramai-ramai dikecam. Sebab, mereka sengaja membuat tato nomor telefon rumah di lengan anaknya yang menderita keterbelakangan mental sebagai tindakan antisipasi jika bocah itu menghilang.

Pada Minggu 22 Juli pagi waktu setempat, Kepolisian Wenzhou menerima laporan adanya seorang anak muda yang berjalan tanpa tujuan di sebuah ruas jalan tol. Kurang dari 10 menit, petugas patroli berhasil mengamankan anak tersebut guna dimintai keterangan.

Sedari awal polisi sadar kalau anak tersebut menderita semacam gangguan mental karena tidak bisa memberi tahu informasi pribadi seperti nama atau umur. Melansir dari Oddity Central, Rabu (25/7/2018), polisi kemudian menggeledah tubuh bocah itu dan menemukan deretan angka di lengannya.

 (Baca Juga:Bikin Ribet, Ini Sederet Etika & Tata Cara Makan yang Wajib Dijalani Anggota Keluarga Kerajaan Inggris)

Tak butuh waktu lama pula bagi polisi untuk menyadari kalau deretan angka itu adalah nomor telefon rumah. Ibu dari bocah itu kemudian mengangkat telefon dari polisi dan memberikan alamat rumah hingga anak malang tersebut bisa diantar pulang dengan selamat.

Polisi kemudian bertanya mengapa lengan anak itu ditato dengan nomor telefon karena bukan sesuatu yang umum. Sebagai informasi, di lengan si bocah terlihat ada dua nomor telefon. Yang satu sudah dicoret dan deret angka lainnya tertera tepat di bawahnya.

 

“Anak itu menderita gangguan intelektual, dan kami sengaja membubuhkan tato nomor telefon rumah dengan pertimbangan tersebut,” ujar perempuan yang namanya dirahasiakan itu.

 (Baca Juga:Jadi Ibu Bahagia Itu Sangat Mudah, Psikolog: Hanya Butuh Satu Hal Ini!)

Opsir Yang mengatakan, meski maksud si ibu baik, keputusan tersebut tetap tidak masuk akal. Ia menyarankan agar keluarga yang punya situasi serupa untuk segera mendaftarkan sidik jari kerabatnya ke kepolisian atau memakaikan semacam gelang berisi informasi pribadi daripada harus mengukir anggota tubuh dengan tato.

Kisah si bocah tersebut menjadi viral di media sosial dan mendapat beragam tanggapan. Beberapa pengguna mengatakan, meski orangtua khawatir, tato tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Pengguna lain juga menuduh tindakan tersebut ekstrem. Akan tetapi, ada juga yang mendukung dengan mengatakan bahwa cara tersebut merupakan pilihan terakhir yang paling realistis.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini