nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kali Item Kemayoran Ditutup Jaring, Limbahnya Bisa Sebarkan E.Coli

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 25 481 1927209 kali-item-kemayoran-ditutup-jaring-limbahnya-bisa-sebarkan-e-coli-1OQ39FzwJ3.jpg Kali item (Foto: Dok.Okezone)

JELANG Asean Games, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membenahi tata kota agar tampak lebih cantik. Salah satu yang dilakukan yakni menutup Kali Item di Kemayoran, Jakarta Utara dengan mengenakan jaring.

Tujuan dari kegiatan itu tidak lain untuk menjaga estetikanya agar lebih enak dipandang. Di samping itu, cara tersebut juga dianggap dapat mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya meminimalisir aroma tak sedap yang dikeluarkan oleh air kali.

Sayangnya, banyak polemik muncul dan menilai cara tersebut dianggap kurang efektif. Termasuk para pengamat lingkungan pun angkat bicara tentang hal ini.

 BACA JUGA:

Konsumsi Telur Pecah Sama Saja seperti Makan Ayam Tiren, Ini Penjelasan Dinkes

Pengamat Lingkungan Nirwono Joga mengatakan, dari sisi estetika, cara tersebut memang dianggap instan. Padahal akan lebih baik hasilnya jika masyarakat gotong royong menjaga kebersihan kali agar tidak lagi tercemar limbah.

"Sebenarnya menjaga kebersihan kali ada atau tidak ada Asean Games harus dilakukan terus-menerus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama masih ada waktu sebenarnya warga bisa diajak gotong royong untuk membersihkan kalinya," kata Nirwono, saat dihubungi Okezone, Rabu (25/7/2018).

Dia menjelaskan, kawasan DKI Jakarta sampai sekarang belum memiliki saluran air limbah tersendiri dan terpisah dengan saluran air kota. Kondisi tersebut dianggap bisa merusak saluran cadangan air kota.

 

Di sisi lain saluran airnya berfungsi untuk menampung limbah rumah tangga dan gedung perkantoran, yang kemudian dialirkan ke sungai. Bahayanya air kali itu bisa tercemar limbah, yang merugikan kesehatan.

Limbah air kali sendiri, menurut Nirwono, banyak mengandung bakteri e.coli berbahaya bagi kesehatan. Belum lagi kualitas air kali bisa menurun dan malah membahayakan. Ini juga menjadi salah satu pemicu tingginya tingkat pencemaran lingkungan yang tak disadari oleh masyarakat.

"Air kali mengandung tingginya e.coli, apalagi kalau limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai," ungkap Nirwono.

Sebagai langkah untuk meminimalisir dampak tersebut, dia mengimbau masyarakat serta beberapa perusahaan supaya tidak membuang limbah rumah tangga atau limbah pabrik ke kali. Begitupun dengan pemerintah, harus punya sanksi tegas dan buat aturan agar dipatuhi oleh masyarakat. Mereka harus diberi efek jera agar penataan DKI Jakarta tetap indah dan asri.

Keracunan Eyeliner, 3 Anak di Australia Dilarikan ke Rumah Sakit

"Selama ini saya lihat bahwa warga juga masih membuang sampah ke kali. Meskipun ada program kali bersih sudah berulang kali dilakukan, tetapi tidak pernah tuntas," ucapnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini