nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Yohana Ungkap Bahaya Gunakan Gawai untuk Anak-Anak, Apa Saja Sih?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 14:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 26 196 1927666 menteri-yohana-ungkap-bahaya-gunakan-gawai-untuk-anak-anak-apa-saja-sih-zCstThGqCQ.jpg Ilustrasi (Foto: Momreviews)

ANAK-ANAK rupanya tampak sulit dikontrol saat menggunakan gawai. Padahal ada dampak buruk yang bisa mereka alami, namun tidak diketahui oleh orangtua.

Penggunaan gawai memang tak sekadar digunakan untuk mengakses internet saja. Banyak hal lain bisa dilakukan oleh penggunanya, termasuk bermain game, mendengar musik, chatting, dan sebagainya. Tak hanya kalangan orang dewasa, anak-anak pun bisa kapan saja menggunakan gawai, tapi tidak dikontrol oleh orangtua.

Menanggapi hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yambise mengatakan, seharusnya orangtua ikut melindungi anak-anak dari penggunaan gawai. Jangan sampai mereka terjerumus karena bisa mengalami dampak buruk.

"Saya ingin melindungi anak Indonesia dari gawai. Saya berpikir kenapa di negara maju hampir tidak ada anak-anak pakai gawai dan ini jadi perhatian," ucapnya saat Seminar "Internet Baik, Internetku Asyik" di Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018).

 (Baca Juga:Dibayar Rp14 Miliar per Posting, Kylie Jenner Jadi Artis Paling Mahal di Instagram)


Dia mengungkapkan, ada studi yang dilakukan antara kelompok yang menggunakan gawai dengan yang tidak suka menggunakan benda itu. Diklaim oleh para peneliti, orang yang tidak pakai gawai umurnya lebih panjang, bahkan bisa hidup lebih dari 100 tahun.

Sebaliknya, orang yang suka memakai gawai, bahkan sulit lepas, usianya lebih pendek. Mereka rata-rata usia hidupnya kurang dari 100 tahun.

Wanita yang akrab disapa Mama Yo itu juga membeberkan dampak bahaya dari penggunaan gawai secara terus-menerus. Dia menyebutkan, dampaknya lumayan banyak, mulai dari anak bisa jadi pelupa, tingkat fokusnya rendah, mereka tidak mampu berteori dengan baik, hingga anak jadi kurang kritis.

"Terlebih lagi anak-anak daya nalarnya jadi kurang baik. Ada sebuah penelitian yang mana anak-anak disuruh membaca dan menghapal isi buku itu. Respondennya dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Sayang, anak-anak yang sering menggunakan gawai jadi sulit menghapal isi buku tadi. Artinya daya nalarnya rendah," bebernya.

 (Baca Juga:Wajahnya Ditutupi Tanda Lahir, Wanita Ini Tetap Pede Posting Fotonya)

Ditambah lagi, anak-anak mengalami perkembangan psikomotorik yang kurang optimal. Kemudian mereka kurang berbaur dengan adik, kakak, ayah, ibu di dalam rumah.

Mama Yo tidak mau lagi anak-anak di Tanah Air mengalami dampak buruk tersebut. Keluarga harus menjadi pondasi yang baik bagi tumbuh kembang anak, termasuk orangtua harus memberikan contoh yang baik kepada buah hatinya.

"Tapi ini terus dibiarkan. Saya tidak mau anak-anak seperti ini. Mereka harus sering berkomunikasi dengan orangtua, serta tumbuh besar sesuai dengan usianya," terangnya.

Dia menambahkan, keseringan menggunakan gawai juga membuat anak jadi tidak suka membaca buku. Padahal buku jadi sumber ilmu yang baik daripada mengakses informasi di internet.

Fatalnya lagi, dengan menggunakan gawai lalu mengakses internet dengan cara yang salah, bisa bikin anak terjerumus dengan masalah pencabulan dan pelecehan seksual. Tentu ini bisa merusak moralnya di masa mendatang.

"Jangan gunakan gawai dan jangan sampai kondisi ini dialami oleh anak-anak kita," ucapnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini