nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Akan Larang Anak-Anak Main Gadget, Menteri KPPPA: Minimal Usia 14 Tahun

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 16:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 26 196 1927726 pemerintah-akan-larang-anak-anak-main-gadget-menteri-kpppa-minimal-usia-14-tahun-Ils2Z4uqKe.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DI zaman yang serba praktis ini, ketergantungan akan gadet alias gawai telah membawa dampak buruk bagi anak. Dalam menjalani proses tumbuh kembangnya, anak-anak pun kerap tak bisa lepas dari gawai.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) Yohana Yambise mengatakan, batasan usia anak yang diperbolehkan menggunakan benda itu dimulai dari 14 tahun. Anak-anak boleh saja melek teknologi, tapi ada batasan usia yang harus dipatuhi. Mereka baru boleh menggunakan gawai dengan cara bijak.

"Batas usia anak yang boleh menggunakan ini mulai 14 tahun. Sebelumnya mereka harus berpikir dan menikmati momen menjadi anak-anak yang bahagia sesuai kodratnya," ujar wanita yang akrab disapa Mama Yo, ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018).

Baca Juga: Kelakukan Suami saat Serena Williams Bertanding Mencuri Perhatian Penggemar

Dia menambahkan, pemerintah akan membuat regulasi batasan usia anak boleh main gawai. Aturan-aturan tertulis itu bakal digodok, namun sebelumnya harus ada peraturan menteri yang menjadi dasar pelarangan penggunaan benda tersebut.

Sebelum ada regulasi tersebut, akan ada diskusi publik yang dilaksanakan agar penetapannya lebih mantap. Kebijakan tersebut jangan sampai meleset, karena anak-anak harus terlindungi dari bahaya penggunaan gawai dari banyak sisi.

"KPPPA akan buat peraturan khusus bagi anak-anak. Di dalamnya mengatur kebijakan penggunaan gawai, merokok, dan narkoba. Tapi kami terbitkan dulu peraturan menteri (permen), lalu jadi acuan surat keputusan bersama kementerian dan lembaga terkait," bebernya.

Baca Juga: Bukan Hoax, 5 Jenazah Ini Benar-Benar Masih Utuh!

Nah, saat ini, Mama Yo mengimbau kepada semua kalangan keluarga harus jadi pusat perhatian anak-anak. Di mana saja, orangtua harus memantau aktivitas anak, terutama saat menggunakan gawai.

"Keluarga jadi pusat perhatian, orangtua harus bisa kontrol. Saat jam sekolah 8 jam lamanya anak ada di luar rumah. Itu jadi tugas para guru untuk mengawasi anak-anak," imbuhnya.

Sementara itu, saat jam pulang sekolah otoritas dalam mengatur perilaku anak sudah di tangan orangtua. Sebisa mungkin Anda jangan memberikan gawai di sela jam anak-anak bermain.

Mama Yo mengatakan, biarkan anak-anak menonton film favoritnya sesuai usia, suka olahraga, dan main ke taman. Di waktu luangnya, sebisa mungkin jangan diberikan gawai.

"Penggunaan gawai harus dibatasi, tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali. Tentu tujuannya supaya anak bisa tumbuh jadi besar, tingkat nalarnya baik, serta anak hidup harus tidak bergantung dengan teknologi," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini