nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi Ungkap Perdebatan dalam Keluarga Terjadi 6 Kali dalam Sehari, Apa Penyebabnya?

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 21:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 196 1928276 studi-ungkap-perdebatan-dalam-keluarga-terjadi-6-kali-dalam-sehari-apa-penyebabnya-hrZbE07Oqn.jpg Ilustrasi (Foto: Priotime)

SERING berdebat atau adu pendapat dengan anggota keluarga di rumah? Patut diketahui, hal tersebut adalah sesuatu yang normal karena setiap manusia pasti punya jalan pemikiran yang berbeda dengan orang lain. Istilahnya, satu kepala satu pemikiran.

Sebuah studi yang belum lama ini dilakukan di Inggris mengungkapkan, orangtua rata-rata akan berdebat dengan anak-anaknya sebanyak 2.184 kali dalam setahun. Mau tahu apa yang diributkan? Lebih dari setengah perdebatan itu berkisar antara makanan dan minuman.

Para peneliti, yang melakukan survei kepada 2.000 orangtua dengan anak berusia 2-12 tahun mengatakan, pertengkaran biasa terjadi mengenai apa yang akan dilakukan, apa yang akan dimakan, dan apa yang akan diminum setiap hari. Jika dirata-rata, maka setiap keluarga akan berdebat sebanyak 6 kali dalam sehari, 42 kali dalam seminggu, dan 182 kali dalam sebulan.

 (Baca Juga:Ulas Gerhana Bulan dan Blood Moon Terlama Abad 21)

Melansir dari Independent, Jumat (27/7/2018), anak-anak yang tidak menghabiskan makanan di piring menjadi penyebab utama perdebatan. Menyusul di tempat kedua adalah orangtua yang kerap mengeluhkan soal kamar tidur yang berantakan.

 

Berdasarkan studi tersebut, orangtua biasanya hanya akan ‘memenangkan’ setengah dari jumlah perdebatan dalam sehari. Sementara enam dari 10 ibu dan ayah mengaku sengaja mengalah dan berkompromi agar tidak terlibat pertengkaran lebih dalam. Fakta lain yang terungkap adalah, adu argumen dalam keluarga biasanya hanya berlangsung rata-rata 8 menit.

 (Baca Juga:Sembuhkan Ketakutan akan Badut dengan Cara Ini!)

Orangtua diklaim menghabiskan 16 menit dalam satu hari hanya untuk bernegosiasi dengan anak-anaknya. Setengah dari negosiasi hanya berkisar mengenai makanan dan minuman yang diinginkan si anak.

Sembilan dari 10 orangtua mengajukan tawaran menarik bagi anak-anaknya agar mau patuh. Sebanyak 22% mengizinkan anak mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan sekira 23% diberi insentif berupa uang jajan tambahan. Sedangkan 45% dari orangtua biasa mengeluarkan ancaman kepada anaknya demi memenangi perdebatan.

“Banyak orangtua yakin bahwa mencapai titik kompromi dengan anak-anaknya adalah cara terbaik agar semua orang tetap senang,” ujar juru bicara Capri-Sun, institusi yang melakukan penelitian tersebut.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini