nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lokasi dan Cara Tepat Melihat Gerhana Bulan Total Terlama di Abad 21

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 27 406 1928311 lokasi-dan-cara-tepat-melihat-gerhana-bulan-total-terlama-di-abad-21-eDbU0Fhq8F.jpg Ilustrasi gerhana bulan (Foto: Vox)

MASYARAKAT dunia kembali disuguhkan fenomena alam yang cukup langka. Ya, gerhana bulan total akan segera terjadi esok dini hari.

Sebagian besar masyarakat antusias untuk menyaksikannya. Bagaimana tidak, fenomena gerhana bulan total yang akan segera terjadi ini, bukanlah sekadar gerhana bulan total saja.

Melansir dari laman CBS News, Jumat (27/72018), gerhana bulan total yang akan terjadi esok adalah fenomena gerhana bulan total yang paling lama di abad 21 ini. Selain itu, jarak antara Mars dan Bumi pun lebih dekat dari biasanya.

  (Baca Juga:John Legend dan Penyerang Timnas Belgia Liburan di Bali, Intip Keseruannya)

Kembali pada fenomena gerhana bulan total, beberapa lokasi yang tepat untuk menyaksikannya di Indonesia bahkan ada yang bisa dilihat dengan mata tanpa bantuan teropong. Lokasi-lokasi tersebut ada di Pantai Papuma, Jember, Pantai Ujung Genteng Sukabumi, Pantai Tanjung Tinggi, Belitung, Gunung Bromo, Jawa Timur, Gunung Kerinci, Sumatera, Bukit Candi Abang, Yogyakarta, dan Danau Toba, Sumatera Utara.

Lantas bagaimana cara tepat untuk menyaksikan gerhana bulan total yang paling lama terjadi ini?

  (Baca Juga:Gerhana Bulan Total Pengaruhi Peruntungan Zodiak, Kabar Baik untuk Taurus dan Leo)

Untuk menyaksikan gerhana bulan total di lokasi di Indonesia yang telah disebutkan di atas, kabarnya tidak perlu menggunakan teropong pun bisa jelas kenampakannya. Gerhana bulan terlihat dari mana saja di bumi khususnya pada malam hari. Namun, durasi gerhana yang Anda lihat akan tergantung pada seberapa dekat dengan bulan terbit atau gerhana yang dimulai di lokasi Anda.

Selama gerhana bulan total, bulan berubah warna jadi merah tua ketika memasuki kedalaman bayangan bumi. Jadi mengapa bulan tidak terlihat seperti dalam kegelapan? Perubahan warna terjadi karena atmosfer bumi bertindak baik sebagai lensa dan medium hamburan untuk cahaya matahari.

Jika Anda berdiri mengamati gerhana bulan, Anda akan melihat lingkaran cahaya di sekitar tepi bulan saat melintas di depan matahari. Warna-warna seperti hijau dan biru memiliki panjang gelombang lebih pendek dari merah atau oranye, sehingga mereka menyebar lebih banyak, dan yang tersisa adalah ujung merah spektrum.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini