nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Termasuk Silent Killer, Kenali Pencegahan & Penanggulangan Hepatitis B

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2018 14:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 28 481 1928597 termasuk-silent-killer-kenali-pencegahan-penanggulangan-hepatitis-b-QEry9h726K.jpg Kenali pencegahan dan penanggulangan hepatitis (Foto:Ist)

HEPATITIS merupakan salah satu penyakit serius yang mempengaruhi kesehatan dunia. Hepatitis adalah penyakit kronis yang bisa dianggap sebagai silent killer. Banyak diantara pengidap yang baru mengetahui terserang penyakit ini ketika berada di tahap kronis, bahkan sudah menjadi sirosis dan kanker hati.

Sabtu (28/7/2018) merupakan hari hepatitis sedunia. Hari hepatitis selalu dirayakan pada 28 Juli karena diadopsi dari tanggal lahir sang penemu yakni Baruch Samuel Blommberg. Tujuannya adalah meningkatkan perhatian, kepedulian dan pengetahuan berbagai pihak tentang besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh virus hepatitis.

Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Dr. dr. Hanifa Oswari, SpA(K) menilai penyakit hepatitis ini dapat dihindari sejak dini. Salah satu cara efektifnya adalah dengan vaksinasi. Dengan melakukan vaksinasi saja, risiko terkena hepatitis bisa ditekan hingga 75%. Bila Anda melakukan vaksinasi + HBlg maka risiko akan bisa dikurangi hingga 95%.

BACA JUGA:

 Waspada, Mayoritas Penularan Hepatitis Terjadi Saat Persalinan

Meski demikian 5% risiko tidak dapat dikurangi karena bisa jadi potensi tersebut berasal dari keturunan. Selain melakukan cara di atas, para calon ibu hamil juga bisa melakukan deteksi dini tentang penyakit hepatitis.

Anda bisa memeriksakan tes ketika masa kehamilan, jika sang ibu hamil dinyatakan negatif HBsAg (-), maka sebaiknya bumil divaksin hepatitis B dan diberi vitamin K. Tapi jika hasilnya positif HBsAg (+), maka vaksinasi hepatitis B + IMUNOGLOBULIN Hep-B dan vitamin K1 IM, wajib diberikan untuk menekan kadar virus hepatitis dalam tubuh bumil.

Namun, perjuangan tidak hanya sampai di situ. Bayi yang baru lahir dari dari ibu yang mengidap/tidak mengidap hepatitis B, ada baiknya langsung divaksinasi kurang dari 12 jam. Semakin cepat maka akan semakin baik.

Pasalnya jika dilakukan vaksinasi sejak dini, risiko terhindar dari hepatitis B akan semakin besar yakni mencapai 90%. Persentase tersebut akan terus menurun jika Anda terlalu lama memberikan vaksin. Sebagai contoh, persentase terhindar dari hepatitis B hanya sebesar 10% saat berusia 18 tahun.

“Jadi dengan hari hepatitis seduania ini, masyarakat Indonesia bisa disadarkan dengan pentingnya vaksinasi bagi kesehatan. Dulu angka pengidap hepatitis di Indonesia mencapai 7%. Namun, sekarang sudah berhasil di tekan hingga 4%. Sekarang tugas kami adalah menekannya kembali hingga berada di bawah 1%. Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi yang baik dan kekuatan media, penyakit menular berbahaya ini bisa terputus mata rantainya pada 2021,” tegas Dr Hanifa, saat dijumpai Okezone di gedung Adhytama, Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Sabtu (28/7/2018).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini