Minum Minuman Beralkohol saat Periode Menyusui, Waspadai Anak Terganggu Kecerdasannya

Santi Andriani, Jurnalis · Selasa 31 Juli 2018 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 31 481 1929811 minum-minuman-beralkohol-saat-periode-menyusui-waspadai-anak-terganggu-kecerdasannya-2e3dk4iaYo.jpg Ibu menyusui (Foto:Telegraph)

IBU menyusui yang juga masih mengonsumsi minuman beralkohol memiliki kemungkinan besar mempunyai anak yang terganggu kemampuan kognitifnya. Demikian temuan sebuah penelitian terbaru di Australia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics mempelajari hasil tes logika dari 5.107 anak-anak. Dimana test tersebut dilengkapi dengan jawaban para ibu mereka terkait apakah selama menyusui atau saat hamil, sang ibu kerap merokok atau minum minuman beralkohol.

Hasilnya, anak-anak umur 6 hingga 7 tahun yang ketika bayi disusui oleh ibu yang masih minum minuman beralkohol memiliki nilai tes yang lebih rendah, ketimbang anak-anak dari ibu yang selama menyusui absen dari minuman keras itu.

"Persoalannya karena tidak ada batasan level aman yang diperbolehkan untuk minum minuman beralkohol bagi ibu yang sedang menyusui," kata ketua penelitian, Lousia Gibson dari Universitas Macquarie di Australia.

BACA JUGA:

(Baca Juga: Meme Serius Mode ala Cristiano Ronaldo Ini Bikin Geli, Inikah Rahasia Tendangan Bebasnya?)

(Baca Juga: Kisah di Balik Puncak Bukit Cinta, Tempat Bertemu Ratu Sekar Sari dan Raden Atas Aji)

Ia menambahkan, maka pilihan terbaik adalah para ibu menyusui sebaiknya absen dulu dari kebiasan minum minuman beralkohol. " Setidaknya sampai bayi mereka cukup untuk mendapatkan ASI," ujar Gibson dalam emailnya seperti dilansir Okezone dari Reuters, Selasa (31/7/2018).

Sementara, ibu-ibu merokok selama periode menyusui, tidak menunjukkan memiliki anak dengan kemampuan kognitif yang rendah.

"Tapi bukan berarti ini aman untuk merokok," Gibson mengingatkan. Sebaliknya, ia menyarankan para ibu yang sulit mengurangi kebiasaan tersebut, hendaknya berkonsultasi ke dokter terkait cara mengurangi porsi sehingga setidaknya bisa meminimalisir dampak buruk kepada bayi mereka kelak.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini