nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Bedanya Kesemutan Biasa dengan Kesemutan Karena Kerusakan Saraf

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 31 Juli 2018 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 31 481 1929964 ini-bedanya-kesemutan-biasa-dengan-kesemutan-karena-kerusakan-saraf-5xyxUU9wIJ.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

MUNGKIN banyak masyarakat yang belum familier dengan istilah neuropati. Ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyerang saraf dan mengakibatkan kerusakan. Neuropati dapat mengakibatkan dampak permanen jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.

Meskipun belum terlalu dikenal, sebenarnya tanpa sadar masyarakat pernah mengalami beberapa gejala dari neuropati. Sebut saja kebas atau mati rasa dan kesemutan ringan. Lama-kelamaan, gejala ini menjadi memburuk seperti menurunnya fungsi saraf yang mengakibatkan hilangnya sensasi rasa dan gerak, rasa terbakar, kekakuan tubuh, kulit mengkilap, serta kecacatan permanen yang memengaruhi kualitas hidup.

Menurut Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, dr Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), neuropati dapat memberikan rasa tidak nyaman saat beraktivitas sehari-hari.

 (Baca Juga:Cara Menentukan Madu Asli atau Tidak, Jangan Tertipu Mitos Semut, Ini Kriterianya)

"Penurunan kualitas hidup terjadi ketika intensitas terjadinya gejala-gejala neuropati semakin sering," ujarnya saat ditemui Okezone dalam acara konferensi media "Kenali Gejala dan Dampak Fatal Neuropati" yang diselenggarakan Neurobion, Selasa (31/7/2018) di kawasan Jakarta Selatan.

 

Melihat dampak yang diakibatkan, ada baiknya masyarakat mulai lebih peduli terhadap gejala neuropati. Salah satunya saat mengalami kesemutan. Memang tidak semua kesemutan merupakan pertanda seseorang terkena neuropati. Tapi ada tanda yang khas.

"Kalau itu (kesemutan) berjalan hanya singkat (karena) dalam posisi tertentu, terus hilang, digoyang-goyang tidak muncul lagi itu kesemutan wajar. Tetapi kalau tanpa posisi tertentu sudah kesemutan maka itu sudah neuropati," papar dr Manfaluthy.

 (Baca Juga:4 Tips agar si Kecil Doyan Makan dan Tumbuh Kembangnya Optimal)

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bila kejadian kesemutan karena neuropati seringkali berulang dan intensitasnya semakin berat.

"Awalnya durasinya singkat dari beberapa menit sampai beberapa jam terus hilang. Kemudian beberapa saat muncul lagi, nah ini neuropati. Terutama bila dirasakan pada malam hari," imbuh dr Manfaluthy.

Idealnya di malam hari pada saat beristirahat sudah tidak ada lagi orientasi dan perhatian karena tubuh sudah lepas dari segala aktivitas sehingga seharusnya kesemutan tidak terjadi.

"Kalau terasa setiap malam, oke, harus segera periksakan diri," pungkas dr Manfaluthy.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini