nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bikin Merinding, Museum Ini Pamerkan Benda-Benda Milik Pembunuh Berantai

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 01 Agustus 2018 17:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 01 406 1930431 bikin-merinding-museum-ini-pamerkan-benda-benda-milik-pembunuh-berantai-zMUSZZRDJT.jpg Museum kematian (Foto:Youtube)

Ada beberapa orang yang memilih berwisata ke museum untuk mendapatkan pengetahuan selain liburan itu sendiri.

Umumnya museum memamerkan beragam benda bersejarah dengan nilai dan seni yang tinggi. Namun tidak halnya dengan sebuah museum yang terletak di New Orleans, Amerika Serikat, Museum of Death.

Sesuai dengan namanya, museum ini menyimpan beragam benda milik pembunuh berantai yang dapat membuat siapapun yang mengunjungi tempat ini akan merasa merinding. Museum of Death pertama kali dibuka pada tahun 1955 di San Diego, California.

Baca Juga: Ramalan Sifat Cucu Jokowi yang ke-2 Berdasarkan Penanggalan Jawa)

(Baca Juga: Perkenalkan Jare, Gadis Paling Cantik di Dunia)

Didirikan oleh dua orang J. D. Healy dan Cahthee Shultz, tak lama museum ini dipindahkan ke Hollywood Boulevard. Baru pada tahun 1975, museum ini membuka gerainya yang kedua di New Orleans. Pengunjung akan menemukan berbagai macam hal yang berhubungan dengan kematian.

Dikutp dari Travelingyuk, misalnya seperti surat dari pembunuh berantai yang ditujukan untuk pendiri museum serta kostum badut milik John Wayne Gacy Jr. Benda-benda tersebut didapatkan langsung dari eksekutornya sendiri. Namun, itu bukanlah hal seberapa.

 

Pendiri museum ini ingin membuat Museum of Death ramah pengunjung. Karena itu, memisahkan benda-benda yang seram dan menyimpannya di tempat khusus. Terdapat tirai berwarna merah di balik meja resepsionis, di mana lokasi itulah menjadi tempat benda-beda menyeramkan tersebut disimpan.

Meski menyimpan benda-benda mengerikan, tempat ini tak hanya ditujukan untuk wisata horor. Scott Healy selaku kurator museum ini mengungkapkan, bahwa Museum of Death didirikan karena kurangnya pendidikan mengenai kematian sehingga museum ini mencoba menghilangkan anggapan tabu terhadap kematian. (Diana Rafikasari)

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini