nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi ASI Tak Lancar, Dokter: Makanya Jangan Pelit Gendong Bayi

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 13:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 02 196 1930731 produksi-asi-tak-lancar-dokter-makanya-jangan-pelit-gendong-bayi-tpHT6BPcvt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TUMBUH kembang bayi memang sangat bergantung pada Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan sejak lahir hingga usia sekira dua tahun. Ibu mesti mencukupi ASI bagi anaknya dengan melakukan ASI eksklusif selama enam bulan.

Bila melihat ibu lain memberikan ASI memang nampak mudah. Namun, setelah mengalaminya sendiri, ternyata ada banyak tantangan yang cukup memengaruhi suasana hati ibu hingga bisa berpotensi stres dan produksi ASI menurun.

"Dua faktor ASI berkurang atau bahkan berhenti, yaitu bayi berhenti menyusu pada ibu dan beberapa faktor lain yang ibu alami, tapi dalam beberapa waktu bisa berlimpah lagi," jelas DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A(K), spesialis anak konsultan, dalam sebuah acara, di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Kisah BFF Para Anggota Kerajaan Inggris yang Tak Terduga, Siapa Saja Mereka

Dokter Dewi pun menjelaskan ada beberapa masalah yang menyebabkan ASI cenderung berkurang, di antaranya karena obat yang diminum, kesehatan yang tidak diperhatikan, nutrisi, kebiasaan minum kopi, dan ibu perokok.

"Salah satu cara mendapatkan ASI melimpah dengan rutin mengosongkan payudara. Semakin sering payudara dikosongkan ASI semakin banyak. Jika tidak teratur dikosongkan misal puting ibu lecet atau berdarah, ibu keluar kota, masalah keluarga, atau stres, maka jumlah produksi ASI bisa berkurang drastis, atau bahkan berhenti," paparnya.

Baca Juga: Trik Menyiasati Teras Rumah yang Kecil agar Cantik & Nyaman

Jika ibu ingin mendapatkan ASI yang banyak dan berkualitas, ada caranya yaitu dengan relaktasi yang juga dokter Dewi sarankan. Dengan seperti ibu bisa berusaha mengembalikan suplai ASI seperti semula. Dokter Dewi menjelaskan tipsnya ada 10, yang dia sebutkan dengan cukup jelas.

"Pertama supply sama dengan demand. Payudara dikosongkan 2-3 jam produksi tetap terjaga berlaku pada dua payudara. Jika alasan bayi tidak suka salah satu payudara kalau ASI selalu penuh maka kirim sinyal ke otak otomatis ASI akan berkurang," katanya.

"Dikosongkan terus secara rutin payudaranya, minum air putih harus banyak, makan dengan nutrisi yang cukup, setelah menyusui minum air yang banyak, curi waktu untuk istirahat dan cepat tidur. Bayi biasanya akan bangun 2-3 jam, otomatis ibu akan capai berefek pula pada produksi ASI," imbuh dokter Dewi.

Jika masih merasa bingung atau memiliki masalah, dokter Dewi menyarankan ibu agar pintar mengatur waktu, mencurahkan isi hati, dan bertanya dengan ibu-ibu lain yang berpengalaman. Selain itu, ibu bisa juga bekerja sama dengan suami membagi tugas dalam merawat anak.

"Diperlukan suplementasi untuk memperlancar ASI bisa dibeli bebas atau dari dokter, cek pompa ASI kekuatan vakum bisa berkurang. Ibu pun disarankan untuk sering gendong bayi, kontak skin to skin atau mendekap bayi biasanya dapat membuat dia punya rasa pede lebih tinggi saat tumbuh dan beranjak dewasa. Maka, jangan pelit gendong anak," ujarnya.

Selain menggendong, kontak kulit atau skin to skin dengan bayi pun bisa dilakukan dengan cara memijatnya. Pijat bayi, bukan berarti dibawa ditukang pijat, tapi ibu perlu belajar cara lakukan pijat dengan benar.

"Intinya bukan pijatannya, tapi momen kita bisa bangun bonding dengan bayi. Cara itu pun akan mengeluarkan love hormon alias oksitosi, hormon yang mampu memperlancar aliran ASI, saat merasa penuh cinta, hormon diproduksi banyak sebabkan aliran ASI lebih banyak, ada pijatnya untuk perbanyak produksi ASI," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini