nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenalkan Konsep Nomadic Tourism, Kemenpar Gelar Outbound Bareng Jurnalis

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 11:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 03 406 1931203 kenalkan-konsep-nomadic-tourism-kemenpar-gelar-outbound-bareng-jurnalis-MJqQuF5pxj.jpg Kemenpar gencar kenalkan nomadic tourism (Foto:Ilustrasi/Ist)

 

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) di tahun ini gencar menjalankan program dengan konsep nomadic tourism. Program ini sebagai upaya untuk menyiasati keterbatasan amenitas di sebuah destinasi wisata yang apabila dibangun memerlukan waktu cukup lama sekira 5-10 tahun. Nomadic tourism yang digagas oleh Kemenpar berupa glamping (glamour camping), home pod, dan karavan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai nomadic tourism memiliki value ekonomi tinggi dan treatment yang relatif mudah sehingga dapat menarik para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan bisnisnya. Alasannya karena konsep ini cepat memberikan keuntungan komersial. Rencananya pilot project program ini dilakukan di 4 destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur.

Untuk memberikan pemahaman mengenai nomadic tourism terutama kepada jurnalis, Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar menggelar acara outbound yang diikuti oleh 50 jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar). Acara yang dilakukan di kawasan wisata Rancabali, Ciwidey, Jawa Barat pada 1-3 Agustus 2018 ini memiliki tema "Peningkatan Pemahaman Bidang Pariwisata Bagi Jurnalis Tahun 2018". Okezone berkesempatan untuk mengikuti acara tersebut.

 Pria Wajib Baca! 6 Langkah Dekati Wanita Tanpa Membuatnya Takut

"Kegiatan outbound dengan jurnalis menjadi kegiatan tahunan Komblik. Pada tahun ini kegiatannya sedikit berbeda karena para peserta menikmati langsung fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Ciwidey. Tujuannya agar lebih memahami dan merasakan apa itu wisata nomadik serta mengenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Bandung kepada masyarakat,” ucap Kepala Biro Komblik Kemenpar, Guntur Sakti berdasarkan siaran pers yang diterima Okezone.

Kegiatan outbound ini diisi dengan berbagai aktivitas. Mulai dari kunjungan wisata ke Orchid Forest Cikole, aktivitas tim building di Ranca Upas Camp, hingga berburu foto di Teras Bintang & Baklon Camping Adventure. Jurnalis juga berkesempatan untuk bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bandung, H. Agus Firman Zaeni guna berdialog tentang potensi wisata yang ada.

 

Potensi Wisata di Kabupaten Bandung

Dalam temu dialog itu, Agus mengatakan bila Kabupaten Bandung memiliki potensi wisata yang luar biasa. Mulai dari wisata alam, kuliner, hingga budaya. Beberapa obyek wisata yang terkenal antara lain Tebing Keraton, Kawah Putih, Situ Cileunca, dan Kamojang.

 BACA JUGA

37 Fakta Unik Meghan Markle Jelang Ulang Tahun Ke-37

"Ada komplek budaya Gedung Budaya Sabalulungan. Itu merupakan gedung pertunjukan yang representatif memiliki daya tampung 240 seat. Ada juga dome terbuka dengan kapasitas 10 ribu orang," ungkapnya kepada Okezone dan rekan media lain, Kamis, 2 Agustus 2018.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan bila pihaknya ingin wisata di Kabupaten Bandung dikenal dan berdiri sendiri. "Dinas ini baru 1,5 tahun berdiri, konsepnya adalah wisata Bandung Raya. Kami ingin mengembangkan (wisata) Kabupaten Bandung dan berusaha keluar dari bayang-bayang (kota) Bandung. Kemarin-kemarin kita mengadakan festival tidak menggunakan kata-kata Bandung seperti Festival Soreang," pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini