Bahayakah Vaksin Rubella? Ini Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 03 481 1931477 bahayakah-vaksin-rubella-ini-faktanya-BYYNRSkjqB.jpg Rubella (Shutterstock)

PROGRAM pemerintah mengenai imunisasi massal campak dan rubella tahap kedua mulai dijalankan pasa periode Agustus-September. Meski demikian, masih banyak orang tua yang enggan mengimunisasikan para buah hatinya karena berbagai alasan.

Hal ini justru sangat mengherankan, pasalnya pemerintah sudah menggratiskan biaya untuk imunisasi dan juga memberikan pengarahan khusus kepada para masyarakat. Banyak di antara mereka yang takut mengalami efek samping karena anaknya diimunisasi.

 Baca juga: Netizen Prediksi Nama Anak Kahiyang Ayu, Rata-Rata Anti Mainstream!

Padahal sebagaimana dijelaskan dalam sosialisasi, imunisasi MR ini tidak akan berpengaruh dan menimbulkan risiko terhadap para pasien. Justru imunisasi inilah yang akan menyelamatkan nyawa buah hati Anda di masa depan.

 Rubella (Shutterstock)

Merangkum dari berbagai sumber, Jumat (3/8/2018), Okezone akan memberikan beberapa fakta menarik mengenai tentang vaksin MR.

1.Vaksin MR tak akan berpengaruh dan memiliki efek samping berbahaya bagi pasien

Guru Besar Dokter Spesialis Anak, Prof Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D, menilai hanya 19 kasus reaksi vaksin dianggap serius karena menyebabkan demam, sementara enam kasus lainnya disebabkan karena problematik error. Oleh sebab itu kami melakukan evaluasi dan mengimunisasi sesuai prosedur yang berlaku untuk mencegah kasus tersebut.

 Baca juga: Termasuk Penyakit Mental, Ini 5 Tanda Kecanduan Seks

2.Vaksin MR aman diberikan meski berdekatan dengan imunisasi lainnya

Imunisasi MR dimulai sejak usia 6-19 tahun tanpa memandang waktu imunisasi lainnya. Hal tersebut dijelaskan Guru Besar Dokter Spesialis Anak, Prof Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D saat dijumpai Okezone.

3.Vaksin MR yang digunakan pemerintah Indonesia berasal dari India

Distributor vaksin MR untuk Indonesia, Sri Harsi Teteki mengtakan bahwa vaksin MR diproduksi dari dua negara yakni China dan India. Indonesia memilih vendor vaksin MR dari India karena mereka sedang menyiapkan data mengenai kehalalannya.

Pakar Rubella (Leonardus/Okezone)

 Baca juga: Bikin Pangling, Tasya Kamila Berbalut Kebaya dalam Pre-wedding Berkonsep Jawa

4.Vaksin MR yang digunakan telah mendapat persetujuan dari MUI dan digunakan di banyak negara Islam dunia

Sri Harsi Teteki menegaskan bahwa pemerintah sudah bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kehalalannya. Beberapa negara Islam pun telah menggunakan vaksin yang berasal dari India ini.

5.Vaksin MR berperan penting untuk menyelamatkan nyawa seseorang

Prof Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D mengatakan ada dua macam vaksin, campak dan rubella. Jika anak Anda tidak di vaksin, maka bisa menyebabkan radang paru-paru dan penyakit lain yang bisa menyebabkan kematian. Kalo rubella fungsinya untuk memutus mata rantai virus bagi ibu hamil.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini