nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cantiknya Alam Pulau Gili Lawa Darat Sebelum Terbakar

Dada Sathilla, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 00:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 05 406 1932150 begini-cantiknya-alam-pulau-gili-lawa-darat-sebelum-terbakar-oyGx40ySVO.jpg

AKIBAT ulah wisatawan yang lalai dan tak bertanggung jawab, kini pulau Gili Lawa Darat hangus terbakar.

Padahal, pulau yang termasuk bagian dari Taman Nasional Komodo ini memiliki landskap yang sangat mengagumkan dan menjadi salah satu viewpoint terbaik untuk melihat pemandangan Taman Nasional Komodo dari atas.

Baik di musim hujan maupun kemarau, pulau Gili Lawa Darat sama cantiknya. Di musim hujan, pulau yang berada di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini diselimuti rerumputan hijau hingga terlihat bak permadani hijau yang kontras dengan birunya lautan.

Di musim kemarau seperti sekarang, Gili Lawa Darat terlihat bak sabana di Afrika karena rerumputannya mengering hingga berwarna kecoklatan.

Sebelum hangus terbakar karena api rokok yang dibuang pengunjung hingga akhirnya ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan, Gili Lawa Darat banyak dikunjungi turis domestik dan asing.

Kapal-kapal wisata yang berlayar dari Lombok menuju Flores pun selalu menyempatkan waktu untuk singgah di pulau yang juga sering disebut Gili Laba ini.

Saat berkunjung ke Gili Lawa Darat dua pekan lalu, pulau ini masih terlihat bak sabana Afrika karena hampir setiap jengkal tanah ditumbuhi rumput kering. Hanya ada beberapa pohon kecil di bagian bawah bukit.

(Baca Juga: Padu-padan Busana Syar'i ala Nagita Slavina)


Yang bikin trip saya ke Gili Lawa Darat makin seru adalah karena saya menemukan beberapa rusa liar tengah asyik berjalan-jalan di pinggir pantai. Wow, serasa traveling beneran ke Afrika !

Karena terdiri dari beberapa bukit, tentu trekking dan hiking menjadi aktivitas favorit para traveler yang berkunjung kesini. Untuk mencapai puncak bukit sebenarnya hanya perlu mendaki selama 15 menit. Namun lerengnya sangat curam.

Saya memilih melewati rute lain yang lebih panjang namun lebih aman dan tak begitu curam. Pendakiannya memakan waktu 40 menit tapi saya jadi bisa melihat pemandangan dari sisi lain bukit.

Karena termasuk salah satu viewpoint terbaik Taman Nasional Komodo, tentu banyak turis yang antre untuk foto di puncak bukit. Tak cuma turis Indonesia, tapi turis asing yang biasanya tak begitu sering ambil foto pun tak mau ketinggalan mengabadikan momen langka.

Diluar urusan selfie, view di puncak bukit memang sangatlah spektakuler. Dari atas terlihat jajaran bukit cokelat 'mengepung' kolam lautan biru turkois.

Sebuah view yang belum tentu tentu bisa dinikmati di belajar Indonesia lainnya. Dengan view yang sangat memukau, tak heran bila Gili Lawa Darat menjadi spot favorit untuk menikmati sunrise dan sunset.

(Baca Juga: Begini Kronologi Kebakaran Padang Savana di Taman Komodo)

Sayangnya kini Gili Lawa Darat ditutup. Belum dipastikan kapan wisatawan diperbolehkan berkunjung lagi. Meski pahit tragedi ini memberikan pelajaran bagi para wisatawan, terutama wisatawan domestik untuk mempunyai sense of belonging terhadap alam Indonesia, dimanapun letaknya; serta berperilaku yang positif dan bertanggung jawab saat sedang berlibur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini