Share

Anak Suka Ikut-ikutan Challenge di Media Sosial, Orangtua Harus Lakukan Ini

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 06 196 1932338 anak-suka-ikut-ikutan-challenge-di-media-sosial-orangtua-harus-lakukan-ini-41xZx7dYHb.jpg Ilustrasi Keke Challenge (Foto: Youtube)

JIKA Anda memiliki media sosial, seperti Instagram dan mengikuti trennya tentu tahu ada beberapa tantangan atau challenge yang jadi perbincangan dan viral karena diikuti oleh banyak warganet. Dengan maksud agar populer, netizen berbondong-bondong mengikuti Kiki challenge atau In My Feelings Challenge, yang kemudian diikuti oleh munculnya Numpak Rx King Challenge.

Sebelumnya, tidak hanya ada dua challenge atau tantangan itu saja, tapi masih ada banyak challenge yang jadi tren dan membahayakan kesehatan hingga keselamatan nyawa pelakunya. Lalu, sebagai orangtua apa yang bisa Anda lakukan? Untuk melarang anak tidak menggunakan media sosial memang sulit untuk dilakukan, tapi bukan berarti tidak bisa mengawasinya.

BACA JUGA:

Viral Video Tetap Salat saat Gempa Lombok, Netizen: Insya Allah Mati Syahid

Masalah ini tentu jadi masalah baru bagi orangtua, karena dulu challenge semacam ini belum ada, yang artinya pola asuh pun harus berbeda dari pola sebelumnya. Dilansir oleh Okezone dari laman Healthy Children, Senin (6/8/2018), latar belakang remaja melakukan challenge media sosial, karena otaknya yang masih dalam proses perkembangan.

Ada bagian otak yang belum sepenuhnya dikembangkan sehingga belum bisa berpikir secara rasional, yang berarti remaja secara alami lebih impulsif, dan cenderung bertindak sebelum memikirkan semua konsekuensinya.

Sumber menuliskan, orangtua bisa membantu anak remajanya untuk menanyakan pada anak tentang tantangan terbesar yang pernah mereka dengar, tanyakan pada mereka dengan tenang, ‘Apa yang mereka pikirkan tentang tantangan itu?’ Pertanyaan ini bisa membuat Anda memberikan pandangan pada anak remaja agar menilai risiko dari challenge itu dan kemungkinan buruk yang terjadi.

Jika anak Anda nampak ingin berpartisipasi dan membuat tantangan, gunakan pertanyaan terbuka untuk mendorong mereka memikirkan setiap langkah challenge yang akan dilakukan, mempertimbangkan hasil terburuk, seperti luka, perawatan di rumah sakit, hingga nyawa terancam, ‘Apakah sepadan dengan likes atau komentar yang akan diterima?’

Tidak hanya cukup sampai di situ saja, orangtua pun harus mengetahui dengan siapa anaknya bergaul di lingkungan pertemanannya baik di dunia nyata maupun dunia maya. Tetap berkomunikasi dengan teman-temannya dapat membantu Anda mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan keseharian anak. Dengarkan cerita mereka, biarkan anak tahu Anda peduli pada mereka dan kehidupannya.

BACA JUGA:

Challenge Media Sosial Ini Pernah Booming Tapi Berbahaya!

Sebagai orangtua pun harus sadar, jika anak terkadang lebih memilih untuk bercerita pada teman-teman sebayanya. Maka, Anda sebaiknya tetap menjalin komunikasi yang terbuka pada anak, mengikuti tren sekolah, pergaulan, dan pertemanannya, sehingga bisa perlahan mengetahui masalah yang bisa saja dialami anak dan membantunya bangkit jika terpuruk nantinya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini