nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Balerina Berhijab yang Sempat Ditolak Ikut Sekolah Balet Kelas Internasional

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 17:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 06 196 1932563 kisah-balerina-berhijab-yang-sempat-ditolak-ikut-sekolah-balet-kelas-internasional-g8zNrytDwK.png Balerina Berhijab (Foto: Mvslim)

MIMPI bisa diraih oleh siapa saja jika mau berjuang dan percaya diri. Seperti Stephanie Kurlow, balerina berhijab yang kini sukses, padahal ia pernah ditolak beberapa sekolah balet, karena penampilannya yang menutup aurat. Singkat kisahnya Kurlow putri dari orangtua berdarah Australia dan Rusia. Sejak balita ia suka dengan dunia menari balet, bahkan bercita-cita menjadi balerina profesional.

Ketertarikan di dunia balet itu dimulai ketika usianya 2 tahun. Lalu, pada usia 9 tahun, ia harus mulai mengenakan hijab. Sebab, keluarganya memutuskan untuk memeluk Islam pada 2010. Meski berhijab, Kurlow tetap semangat meraih cita-cita menjadi seorang balerina handal. Ia pun memutuskan untuk sekolah tari balet, tapi sempat beberapa kali ditolak.

Beberapa tempat belajar tari balet asal Perancis ini menolak perempuan berhijab untuk berlatih, lantaran balerina lekat dengan pakaian seksi dan harus lihai bergerak di panggung.

Kurlow akhirnya menjumpai berbagai kesulitan untuk meraih impiannya itu. Padahal ia yakin bisa menjadi balerina profesional, yang juga menginspirasi perempuan berhijab lainnya yang menginginkan profesi itu.

Ia mengatakan, hijab tak sekedar membuat penampilannya terkesan Islami dan cantik. Tapi hijab itu sudah menjadi belahan jantungnya untuk mendapatkan surga Allah SWT.

“Jilbab sangat penting bagi saya, karena itu adalah bagian dari identitas saya dan mewakili agama yang indah dan saya cintai,” ujarnya seperti dilansir Okezone dari Mvslim, Senin (6/8/2018).

Meski banyak hambatan, ia tetap gigih mencari solusinya. Ia beberapa kali mengajak perempuan berhijab dapat berkutat menjalankan seni peran dan menjadi seorang balerina.

Inspirasi terbesarnya adalah Misty Copeland dan Amna El Haddad. Ibunya, Alsu, juga membuka Nasheed & Arts Academy pada 2012, akademi seni pertunjukan yang menawarkan balet, seni bela diri, dan kelas seni aborigin.

Misty adalah orang Afrika-Amerika pertama yang dipromosikan menjadi penari dalam sejarah Theatre Balet Amerika. Amna El Haddad adalah generasi lain dari Uni Emirat Arab (UEA).

Kurlow kini menekuni bidang balerina yang mulai sukses. Bahkan ia ingin mendirikan sekolah balet untuk para perempuan berhijab yang menekuni bidang seni.

Baginya, agama adalah bukan penghalang yang menghambat cita-cita seseorang, terutama di dunia balerina. Kurlow pun mendorong kaum hawa lainnya.

"Saya berencana untuk mengajak perempuan di dunia menjadi balerina yang menginspirasi begitu banyak orang. Kita semua harus percaya diri dan mengejar impian,” tambahnya.

Bahkan sekira setahun yang lalu, balerina luar biasa ini meluncurkan kampanye penggalangan dana di LaunchGood untuk membiayai sekolahnya di Sydney, Australia.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini