nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Adat Pernikahan Muslim dari Berbagai Penjuru Dunia

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 18:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 06 196 1932633 6-adat-pernikahan-muslim-dari-berbagai-penjuru-dunia-67aDOuVq6G.jpeg Pernikahan Bulgaria (Foto: Mvslim)

PERNIKAHAN, di mana-mana memang digelar oleh berbagai ritual dan tradisi. Maka dari itu, setiap pernikahan hadir dengan karateristiknya sendiri-sendiri.

Selain dari ritual dan tradisi ini, preferensi pribadi dan prosesi dalam agama juga mengambil bagian dalam keseluruhan proses gelaran pernikahan. Termasuk gelaran pernikahan Muslim. Penasaran kan seperti apa tradisi pernikahan Muslim dari berbagai belahan dunia? Melansir Mvslim, Senin (6/8/2018) berikut di bawah ini ulasannya.

1. India : Prosesi pernikahan Muslim di India, disebutkan pertama kali memulai dengan ritual Istikhara, di mana tokoh agama di komunitas Muslim berdoa kepada Allah dan memohon berkah-Nya untuk pernikahan. Di India, prosesi menikah yang sebenarnya harus terjadi di hadapan seorang Maulvi, imam agama, dan anggota keluarga dekat. Pertama dengan membaca ayat-ayat dari Al-Qur'an dan setelah itu, pengantin meminta tiga kali apakah mereka ingin menikahi satu sama lain. Setelah itu, pasangan itu menandatangani Nikahnama, yaitu kontrak pernikahan, dan menerima berkat dari para orang tua. Kedua keluarga sangat terlibat selama seluruh acara dan memainkan peran besar dalam setiap upacara.

 

2. Malaysia : Pernikahan Melayu ala Malaysia, dicirikan sebagai pesta yng sangat mewah dan unik dengan pengaruh Asia dan Islam yang berbeda. Pertama-tama, dengan memperkenalkan keluarga satu sama lain selama Adat Merisik dan Adat Bertunang. Langkah kedua adalah merencanakan pernikahan dan menetapkan tanggal. Tiga hari sebelum pernikahan, ada upacara pewarnaan henna, yang disebut Berinai, yang mana diletakkan di ujung jari pasangan oleh kerabat dan teman-teman dari calon pengantin. Upacara pernikahan resmi diresmikan oleh seorang imam atau qadi. Setelah membaca ayat-ayat dari Al-Quran, pasangan pengantin kemudian menandatangani kontrak pernikahan. Sesuatu yang juga sangat umum dan penting dalam budaya Malaysia adalah mempelai laki-laki memberikan pengantin mas kawin. Sedangkan untuk pakaian, mempelai akan mengenakan pakaian tradisional Melayu dan menghabiskan hari mereka seperti bangsawan.

3. Maroko : Pernikahan Muslim ala Maroko biasanya digelar selama tiga hari, hari pertama adalah hari hammam yaitu sebuah hammam adalah varian mandi uap dari Timur Tengah. Pengantin wanita mengundang teman-teman dan kerabatnya untuk bersiap-siap untuk hari besar. Sehari setelahnya, ada pesta henna. Ini adalah acara wanita di mana pengantin mendapatkan desain pacar di tangan dan kakinya. Untuk orang Maroko, pacar alias henna tidak hanya cocok untuk kesuburan, tetapi juga untuk kecantikan dan rasa optimisme. Disebutkan, malam henna ini juga sangat emosional, karena ini adalah malam terakhir sang pengantin berada di rumah orang tuanya. Barulah di hari berikutnya, digelar pesta pernikahan yang menghadirkan berisi banyak gaun dan perhiasan tradisional Maroko. Terdapat juga di dalamnya di mana pengantin duduk di amaria, platform yang dihias oleh empat orang, agar terlihat menonjol.

 

4. Somalia : Pernikahan sangat penting dalam budaya Somalia, tidak hanya menyatukan dua orang atau keluarga. Lebih dari itu, ialah soal menyatukan dua suku dan pembentukkan keluarga baru. Penandatanganan kontrak menikah, memberikan pengantin wanita sejumlah harta tertentu jika nantinya terjadi perceraian. Upacara berlangsung sebelum dan sesudah pernikahan. Pada hari pernikahan, ada berbagai macam makanan tradisional dan banyak tarian yang ditampilkan, pengantin wanita Maroko disebutkan biasanya tinggal dengan keluarga suaminya setelah menikah, yang mana pihak keluarga pengantin wanita lah yang menyediakan barang-barang rumah tangga dan rumah.

5. Turki : Pernikahan di Turki dimulai dengan meminta tangan pengantin wanita dalam pernikahan dan “Söz Kesme”, perjanjian untuk menikah di depan tamu yang ramai. Pertunangan ini dilengkapi dengan cincin dan saputangan, juga dikenal sebagai bandana. Pernikahan tradisional didefinisikan adanya bagian-bagian yang khas seperti penanaman bendera pernikahan pada sesi doa siang hari, kumpul-kumpul keluarga pada malam sebelum pernikahan. Malam ini juga malam "Kina Gecesi" digelar, sebuah ritual yang mencakup mewarnai tangan dan kaki pengantin wanita. Pada hari pernikahan yang sebenarnya, pengantin mendapat pita merah diikat di pinggangnya oleh saudara laki-lakinya atau kerabat dekat, ini disebut "Bekaret kuşağı". Upacara pernikahan dimulai setelah pengantin pria kembali dari masjid dengan hodja (seorang pengkhotbah). Kemudian dengan memasuki rumah calon pengantin pria, sang pengantin wanita menerima hadiah dari ibu mertuanya dan pengantin baru disertai dengan drum dan pipa.

 

6. Bulgaria : Pernikahan Islam Bulgaria biasanya dihelat selama dua hari penuh dengan upacara dan ritual yang berbeda.. Hari pertama, hadiah akan ditempatkan di luar rumah pihak tetua dari pengantin wanita, yang mana ini adalah sebagai simbol mewakili kekayaan dan kemakmuran. Pada hari kedua, ada ritual "gelina" yakni digunakan lukisan wajah di wajah mempelai wanita untuk menandai peralihannya dalam kehidupan pernikahan. Cat face painting ini juga mendefinisikan kemurnian pengantin wanita. Setelah itu, ada seorang imam yang memberi berkatnya sebelum membawa pengantin wanita ke rumah calon pengantin pria. Begitu tiba, pengantin pria menghapus cat dari wajah pengantin.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini